Guru SD di Bintan Cabuli Muridnya Saat Belajar di Hadapan Murid Lainnya

1318
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Seorang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri di Toapaya, NS ,47, dibekuk anggota Satreskrim Polsek Gunung Kijang saat sedang menyantap hidangan di Morning Bakery, Batu 7, Tanjungpinang, Sabtu (4/3) sekitar pukul 8.30 WIB. Oknum guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan tersebut dilaporkan karena dugaan pencabulan terhadap anak muridnya sendiri, NV yang duduk di bangku kelas dua.

” Saya tak terima kalau anak saya diperlakukan tidak senonoh oleh gurunya sendiri. Saya minta, Pak Polisi hukum seberat-beratnya guru itu,” ujar orang tua korban, SW di Mapolsek Gunung Kijang.

Sebenarnya, kejadian ini diketahuinya sudah sejak 17 Februari 2016 lalu. Saat itu ia sedang bercengkarama dengan anaknya di rumah, Kampung Sumber Karya, Kecamatan Toapaya. Dikala itu anaknya tiba-tiba bercerita seputar kejadian yang dialami semasa belajar di sekolah. Bahwa ada salah seorang guru yang bernama NS, saat pelajaran dimulai menyuruh dirinya ke depan untuk membaca buku dihadapan kawan-kawan. Namun usai melaksanakan perintah guru itu, dirinya bukan langsung disuruh duduk ke bangkunya lagi melainkan disuruh duduk dipangkuan gurunya tersebut.

Tanpa curiga dirinyapun mengikuti kemauan guru untuk duduk diatas pangkuannya. Tapi yang terjadi, guru itu malah meraba-raba kemaluannya bahkan perilaku asusila itu dilakukan dihadapan kawan-kawannya. Takut dimarahi, dirinyapun hanya bisa pasrah.

”Jadi guru tersebut sudah berulang-ulang kali melakukan tindakan asusila kepada anak saya. Bahkan hampir di setiap jam pelajaran guru itu, anak saya mengalaminya,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Arya Tesa Brahmana membenarkan adanya kejadian dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru SD di Kecamatan Toapaya terhadap anak muridnya sendiri.

”Tindak lanjut dari laporan polisi nomor: Lp/16/III/2016/Kepri/Res Bintan tanggal 3 Maret 2016 yang di laporkan oleh SW. Maka kita amankan tersangka dua hari kemudian di Tanjungpinang saat sarapan dan ngopi di Morning Bakery,” katanya.

Dari hasil penyelidikannya, ternyata tersangka sudah melakukan tindakan asusila atau pencabulan terhadap korban sejak November 2015-Februari 2016. Perlakukan tidak senonoh yang dilakukan tersangka berulang-ulang kali selama empat bulan ini, pada lokasi yang sama yaitu di ruang kelas mengajarnya.

Selain mengamankan tersangka, lanjutnya, polisi juga mengamankan barang bukti sehelai rok warna merah yang dipakai korban saat mendapati perlakuan asusila tersebut.

”Saat ini tersangka sudah kita tahan di sel Mapolres Bintan. Kita jerat tersangka dengan Pasal 82 dan atau Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahaan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bintan, Irma Annisa mengaku akan memberikan tindakan tegas kepada guru yang bersangkutan jika telah terbukti bersalah dan sudah diproses hukumnya oleh pihak kepolisian.

“Kita masih menunggu laporan dari pihak kepolisian. Jika benar bersangkutan bersalah dan ditetapkan hukumnya. Barulah diberikan sanksi tegas,” katanya.

Sanksi tegas yang akan diberikannya sesuai aturan kedisiplinan kepegawaian. Jika nantinya bersangkutan dipidana penjara maka sanksi yang diberikan berupa pemecatan. Namun sanksi yang diberikan itu harus memenuhi prosedurnya baik dari persetujuan Sekda dan Bupati hingga Badan Kepegawaian Negara (BKN). (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar