Hong Seng Histeris Temukan Anaknya Tewas Gantung Diri

1046
Pesona Indonesia
Doktert Harvina Utami sedang melakukan visum terhadap jenazah A Ceng. foto:harry/
Doktert Harvina Utami sedang melakukan visum terhadap jenazah A Ceng. foto:harry/

batampos.co.id – Hong Seng, 61, menemukan anaknya, A Ceng, 33, tewas dalam kondisi gantung diri dengan seutas tali nilon warna biru di gudang penyimpanan mesin genset dekat rumahnya, di Kampung Sekuning, RT 003/RW 004, Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Sabtu (5/3) sekitar pukul 17.30 WIB.

“Saya sempat menelepon tetangga untuk mencari keberadaan anak saya. Namun tetap tidak ada yang mengetahui. Ketika saya cek di gudang penyimpanan mesin genset, sontak saja saya terkejut dan lemas melihat anak saya sudah meninggal dalam kondisi gantung diri,” ujar orang tua korban, Hong Seng ketika dimintai keterangan oleh penyidik di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sebelum kejadian, dirinya sedang berada di Tanjungpinang menemui sanak keluarga untuk mengurus sesuatu pekerjaan. Setelah selesai dan setibanya di rumah sekitar pukul 17.15 WIB dirinya melihat hewan peliharaan korban tidak terikat seperti biasanya. Bebas berkeliaran. Merasa ada kejanggalan, dirinyapun langsung mencari keberadaan korban dengan mengelilingi rumah bahkan mencoba menghubungi tetangga melalui ponsel. Tak kunjung ditemui, 15 menit kemudian atau tepatnya pukul 17.30 WIB dirinya berinisiatif mengecek gudang penyimpanan genset. Di situlah dirinya terkejut dan tiba-tiba seluruh badannya lemas ketika melihat korban dalam kondisi tergantung di tulang atap ruangan tersebut dengan seutas tali nilon warna biru.

Beberapa menit memandang korban gantung diri, lanjutnya, dirinyapun berusaha menurunkan jasad anaknya ke lantai. Kemudian berteriak minta tolong. Teriakan itu mengundang tetanggany, pasangan suami istri Sumarno, 42, dan Sarintem 38. Mengetahui kejadian ini, sekitar pukul 18.30 WIB, pasutri tersebut melaporkannya ke polisi setempat.

“Saya tidak menduga bisa sampai kayak gini. Ada masalah apa sebenarnya dan kenapa kamu gantung diri ?” kata pria paruh baya tersebut sambil memeluk jasad anaknya.

Sementara Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Arya Tesa Brahmana mengatakan setelah mendapatkan laporan tersebut, ia dan jajarannya langsung ke TKP. Sesampainya di TKP, jasad korban yang masih mengenakan baju kaos warna biru dan celana pendek warna hitam sudah berada di lantai tanah dengan kondisi lidahnya menjulur keluar.

“Usai kita indentifikasi jasad korban. Kita langsung mengevakuasinya ke Puskesmas Sri Bintan untuk dilakukam visum,” katanya.

Dari hasil visum yang dilakukan oleh dr Harvina Utami, tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan di seluruh bagian tubuh korban. Jadi diduga kuat korban murni mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di gudang penyimpanan mesin genset dekat rumahnya tersebut.

“Kita masih belum ketahui motifnya korban lakukan bunuh diri. Namun karena pihak keluarga tidak ingin melakukan otopsi terhadap korban dan meminta agar korban segera mungkin dimakamkan. Jadi dengan terpaksa kasus ini kita tutup,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar