Insentif Guru Ngaji, Apri Janji Masukkan di APBD Perubahan

1013
Pesona Indonesia
Anak-anak di Bintan Pesisir usai mengaji Magrib, Ramadan lalu. Saat ini, insentif guru ngaji di Bintan belum dapat disalurkan karena tidak dianggarkan pada APBD 2016. Foto:Fatih Muftih / Batam Pos.
Anak-anak di Bintan Pesisir usai mengaji Magrib, Ramadan lalu. Saat ini, insentif guru ngaji di Bintan belum dapat disalurkan karena tidak dianggarkan pada APBD 2016. Foto:Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Pada tahun-tahun sebelumnya, guru-guru ngaji mendapatkan tunjangan tiap akhir semester, hal yang sama belum tentu terjadi pada tahun ini. Pasalnya, tunjangan yang menjadi tumpuan membantu isi dompet guru ngaji ternyata tidak berada dalam daftar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bintan tahun 2016.

“Di APBD 2016 memang belum dianggarkan. Artinya dari bulan Januari-Mei insentif itu kemungkinan tidak ada,” kata Bupati Bintan, Apri Sujadi, kemarin.

Namun, buru-buru bupati yang belum sebulan dilantik ini meminta kepada seluruh guru ngaji yang ada di Bintan tidak lekas gusar. Karena ia berjanji akan mengintip peluang untuk tetap menganggarkan amplop insentif guru ngaji pada penyusunan APBD Perubahan 2016 di pertengahan tahun nanti. “Kami tetap akan mengusahakan di APBD-P 2016. Jangan sampai insentif ini tidak ada sama sekali tahun ini,” ujar Apri.

Apri tak memungkiri, peran guru ngaji dalam membentuk generasi muda Bintan yang berakhlakul karimah cuku penting. Sehingga sudah semestinya, kata dia, pemerintah daerah memberikan perhatian dengan menganggarkan insentif yang bisa diterima tiap semester sekali.

Bukan cuma guru ngaji yang dapat prioritas Apri. Mubalig, petugas fardhu kifayah, penjaga dan imam masjid juga sedang diperjuangkan tunjangannya di anggaran perubahan. “Kalau kami menginginkan akhlak anak-anak, pemuda, dan masyarakat bagus, tetapi tidak didukung dengan penganggaran itu kan tidak realistis juga. Karenanya kita pasti mengupayakan di APBD-P,” ujarnya.

Soal peluang atau kesempatan pemasukan insentif ini, kata Apri, sekecil apa pun tetap akan ditempuhnya. Pada rapat bulan depan, Apri bakal memanggil satun kerja perangkat daerah terkait guna membahas permasalahan ini.

Terpisah, salah seorang guru ngaji, Jamal, mengharapkan agar insentif guru ngaji tetap diberikan, khususnya menjelang hari raya. Tak disangkalnya, keberadaan tunjangan itu selama ini amat membantu kondisi ekonomi rumah tangganya.

“Keluarga di rumah selalu mengharapkan insentif itu sebagai tunjangan hari raya (THR). Kami sangat berharap Pak Apri bisa memperjuangkannya,” kata Jamal.

Untuk diketahui, insentif tahun lalu, yang diterima guru ngaji dan mubaligh sebesar Rp 200 ribu tiap bulan. Sedangkan bagi penjaga dan imam masjid serta petugas fardhu kifayah, masing-masingnya mendapat Rp 150 ribu per bulan. Biasanya diberikan setiap enam bulan sekali. Ada pun jumlah guru ngaji di Bintan ada 961 orang, mubalig 382 orang, imam masjid 185 orang, penjaga masjid 188 orang, dan petugas fardhu kifayah ada 330 orang. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar