Jembatan Ampera Jadi Pusat Ngintip Gerhana Matahari Total

567
Pesona Indonesia
Jembatan Ampera, Palembang. Foto: fajar/jpnn
Jembatan Ampera, Palembang. Foto: fajar/jpnn

batampos.co.id – Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang jadi tempat khusus mengintip Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016. Jembatan yang melintasi Sungai Musi itu pun disulap menjadi laboratorium mini.

Tak hanya itu, Pemprov Sumsel juga menyiapkan sedikitnya 1.000 kursi di jembatan yang setiap malamnya bermandikan cahaya itu, untuk memanjakan para turis mana negara maupun nusantara yang hadir menyaksikan gerhana matahari.

“Kami ngotot mempersiapkan yang terbaik. Menggelar beragam acara menarik. Yang terbaru, kami akan menggelar edukasi gerhana kepada wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Palembang,” tutur kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, Minggu (6/3/2016).

Irene menyebutkan, di Jembatan Ampera itu akan dipasang lima teleskop canggih. Ada teleskop reflektor seri R200 155, Newton N. D=200mm F=800mm. Kemudian, Teleskop reflektor seri Vc 200L/Casse Gren D=200m F=1800m, teleskop Coronado 101698 dan Teleskop reflektor seri ED 100 SF D=100mm F=900mm. Satu teleskop lainnya, diambil dari LAPAN.

“Jadi momen GMT untuk menyebarluaskan edukasi astronomi kepada wisatawan yang berkunjung,” kata Irene.

Irene juga menyebutkan ada banyak kegiatan lain, seperti festival food truck, demo masak aneka kuliner khas oleh chef ternama, dan lomba selfie dengan latar belakang GMT,” terang dia. Makanan yang disajikan seperti sandwich, burger, makanan tradisional soto ayam lamongan, dan sop buntut.

“Juga bakal ada planetorium mini di kawasan Pasar 16 Ilir. Keberadaan planetorium mini itu merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Pariwisata serta LAPAN. “Ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat khususnya siswa di Palembang sebagai edukasi,” ucapnya.

Menpar Arief Yahya mengajak warga Jakarta yang ingin mengedukasi anak-anaknya untuk terbang ke Palembang. “Sayang sekali momen langka 350 tahun sekali di tempat yang sama. Silakan menjadi saksi sejarah di Palembang. Banyak event di sana,” ajak Arief Yahya. (inf)

Respon Anda?

komentar