Lihat GMT di Belitung, Menpar Arief Yahya Siapkan Kejutan

243
Pesona Indonesia
Ilustrasi Gerhana Matahari. Foto: istimewa
Ilustrasi Gerhana Matahari. Foto: istimewa

batampos.co.id – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan akan melihat gerhana matahari total (GMT) di Tanah Belitung, 9 Maret 2016. Jika tak ada aral melintang, Presiden Joko Widodo juga bakal menyaksikan GMT dan pentas itu di Negeri Laskar Pelangi itu.

Belitung memang menjadi salah satu tempat yang menggelar berbagai kegiatan menyambut GMT. Bahkan, di Belitung itu bisa menjadi puncak dari 100 event di 12 Provinsi yang ada Indonesia.

Langit tempat Batu Satam (meteorit hitam, red) hampir pasti bakal meriah karena berbagai talenta anak bangsa akan mewarnai langit “Indonesia” melalui paduan harmonis gerak, musik, suara dan rangkaian kata-kata yang menjadi bukti kekayaanya. “Ada penatan musik Dwiki Dharmawan, ada koreografer Eko Pece Supriyanto dan Andrea Hirata tampil bareng di sana,” ujar Menpar Arief Yahya.

Dwiki Dharmawan, kata dia, adalah maestro jazz yang selalu mengantarkan musik etnik Indonesia dalam kreativitas karya-karyanya. Ini juga merespon budaya serta lingkungan masyarakat bahari di sekitar pesisir pantai Pulau Belitung melalui sentuhan musikalitasnya mengiringi pergelaran tari kolosal “Pedulang Timah” karya Andrea Hirata yang juga menciptakan Laskar Pelangi itu.

Ada juga beberapa repertoar lainnya yang akan digelar mengiringi momentum GMT di hamparan pantai Tanjung Kelayang. “Saya sudah bisa membayangkan, ini keren sekali,” jelas Arief Yahya.

Penata tari Eko Supriyanto — koreografer yang telah mengharumkan nama Indonesia setelah menjadi penari latarnya Madona di berbagai panggung prestisius seni pertunjukan dunia– juga akan tampil. Dia juga lama bergelut memahami kehidupan masyarakat bahari di Indonesia. Sebelumnya mendalami budaya bahari di bagian Timur tanah air kita bersama “Cry Jailolo”, kali ini Eko yang pernah menjadi satu dari 10 penari tour dunia bersama penyanyi pop dunia itu tampil di publik Belitung.

“Masyarakat biar mendapatkan suguhan gerak tari yang berkualitas,” ungkap Menpar Arief.

Selasa, 8 Maret 2016, Menpar Arief juga akan tampil dalam seminar GMT di Belitung. Kali ini mantan Dirut PT Telkom ini tidak akan berdiskusi soal target-target, soal angka, soal destinasi, soal originasi, soal media value, soal kapitalisasi, dan lainnya. Tidak seperti biasa, dia akan banyak bercerita tentang sejarah, budaya dan filosofi.

“Temanya: Monumen Destinasi Waktu! Melihat GMT dari sisi lain, yang belum pernah diungkap di media massa,” kata Arief Yahya.

Anda pernah mendengar Prasasti Talang Tuwo? Yang ditemukan Louis Constant Westenenk di Palembang pada Abad ke-7? Pernah mendengar Sri Ksetra tahun 684? Pernah membaca Triratna? Wadah batu ajaib?

“Semoga planet dan bintang akan menguntungkan kita. Saya percaya akan pengaruh makro kosmos. Inilah asal muasal Astrologi dan Ilmu Astronomi,” kata Arief Yahya, memberi sedikit bocoran kejutan yang bakal meriah.(inf)

Respon Anda?

komentar