Mantap… Singapura Minat Investasi USD 2,1 Miliar

566
Pesona Indonesia
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani. Foto: Indopos/dok.JPNN
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani. Foto: Indopos/dok.JPNN

batampos.co.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim Singapura berminat menyamai investasi USD 2,1 miliar. Dana investasi setara Rp 29 triliun dari negeri Singa itu menyasar sejumlah proyek. Mulai properti, pertanian, hingga infrastruktur.

Minat investasi itu didapat dari ajang Singapore investor forum (SIF) hasil kerja sama kantor perwakilan BKPM Singapura, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Kadin Indonesia, Singapore Business Federation (SBF), dan International Enterprise (IE), Kamis (3/3).

”Singapura menjadi salah satu negara terpenting sumber investasi bagi Indonesia,” tutur Kepala BKPM Franky Sibarani di Jakarta akhir pekan kemarin.

Berdasar identifikasi, minat Investasi investor Singapura untuk sektor properti USD 200 juta, sektor pertanian USD 1,5 miliar, perkebunan USD 10 juta, kawasan industri USD 100 juta dan infrastruktur teknologi informasi sejumlah USD 300 juta. ”Itu menjadi bukti promosi tim pemasaran kami berjalan efektif,” imbuh Franky.

Oleh karena itu, bilang Franky pihaknya akan terus berkoordinasi dengan KBRI dan Kadin Indonesia mendorong realisasi minat investasi yang telah berhasil di identifikasi tersebut. Tim marketing officer BKPM beserta kantor perwakilan BKPM akan mengurus detail tindak lanjutnya. ”Secara prinsip kami mendukung akselerasi realisasi minat investasi tersebut,” ucapnya.

Merujuk data BKPM tahun lalu, nilai investasi dari negara Singapura mencapai USD 5,9 miliar dengan jumlah proyek mencapai 3.012. Komitmen investasi Singapura tercatat naik 68 persen menjadi USD 16,3 miliar. Singapura merupakan negara teratas dalam daftar peringkat negara asal realisasi investasi. Bersama Malaysia, Singapura ditetapkan sebagai negara prioritas pemasaran investasi khusus untuk negara anggota ASEAN.

Itu dilakukan untuk meningkatkan realisasi investasi ASEAND. Tahun lalu naik 15 persen menjadi USD 9,1 miliar dari sebelumnya USD 7,93 miliar. Sedang dari sisi komitmen investasi, negara anggota ASEAN tahun lalu mencatat lonjakan 79 persen menjadi USD 22 miliar dari posisi tahun sebelumnya USD 12,3 miliar. ”Kami akan mengawal minat investasi itu hingga terealisasi,” tambah pejabat Promosi Investasi Kantor Perwakilan BKPM (IIPC) Singapura Ricky Kusmayadi. (JPG/JPNN)

Respon Anda?

komentar