Natuna Resmi Kota Layak Anak, Tapi Belum Tersedia Fasilitas untuk Anak

555
Pesona Indonesia
Empat anak sekolah di Natuna sedang menuju sekolahnya. Natuna sebagai kota layak anak ternyata belum memiliki sarana dan prasarana untuk anak. foto:yermiariezky.wordpress.com
Empat anak sekolah di Natuna sedang menuju sekolahnya. Natuna sebagai kota layak anak ternyata belum memiliki sarana dan prasarana untuk anak. foto:yermiariezky.wordpress.com

batampos.co.id – Hingga saat ini, Ranai yang sudah diresmikan kota layak anak, belum memiliki sarana dan fasilitas untuk anak.

Bahkan usulan-usulan agar pemerintah daerah menyediakan sarana-prasarana anak dari tahun ke tahun terus disampaikan. Tetapi belum direalisasi, termasuk pada musrebang tahun 2017.

Pada musrenbang tahun 2017, tidak terdapat rencana pemerintah daerah akan membangun sarana-prasaran untuk anak, baik ruang terbuka hijau atau alun alun kota.

Permintaan pemerintah daerah agar memperhatikan sarana dan prasaran anak disampaikan Forum Anak dalam musrenbang Kabupaten Natuna tahun 2017 kemarin. Forum Anak pun bertanya, kapan Pemda Natuna bisa membangun kepedulian terhadap anak.

“Kami sudah sering minta, supaya dibangun sarana anak, untuk kami berkreativitas. Kapan anak Natuna bisa berkreasi, tempat saja tidak ada,” kata seorang pelajar saat musrenbang 2017 di gedung Sri Serindit Ranai kemarin.

Belum tersedianya sarana anak di Ranai, berdampak negatif pada pergaulan kalangam remaja. Pantai Kencana yang direncanakan dijadikan water front city kebanyakan digunakan untuk hal-hal yang negatif. Saat ini water front city baru sebatas reklamasi pantai seluas satu hektare.

Kepala Dinas PU Pemkab Natuna Minwardi beralasan, belum direaliasainya sarana anak disebabkan Pemda Natuna kekurangan anggaran. Water front city Pantai Kencana direncanakan untuk ruang terbuka hijau.

Namun kelanjutan water front city, kata Minwardi, akan diambil alih pemerintah provinsi, yang sudah diminta DED water front city.

“Water front city Pantai Kencana diwacana dilengkapi sarana anak. Tapi anggaran kurang, pembangunannya terkendala,” ujar Minwardi.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar