OKI Dukung Palestina Merdeka

379
Pesona Indonesia
Presiden RI Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat melakukan pertemuan bilateral saat menghadiri KTT Luar Biasa ke-5 OKI di di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (6/3/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Presiden RI Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat melakukan pertemuan bilateral saat menghadiri KTT Luar Biasa ke-5 OKI di di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (6/3/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id– Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa  Organisasi Konferensi Islam (KTT-LB OKI) di Jakarta dimulai, Minggu (6/3/6).

Agenda pertama yang dibawas oleh 500 delegasi setingkat dirjen dan menteri dari berbagai negara pun mulai menggodok draf tentang deklarasi dan resolusi untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Pasalnya, dua dokumen tersebut bakal didiskusikan dan diputuskan oleh kepala negara hari ini (7/3/6).

Dimulai dengan pertemuan senior official meeting (SOM) yang dimulai pada pagi hari, draf yang telah disusun sebelumnya terus didiskusikan secara detil oleh para pejabat tinggi dari 49 negara. Dalam pembahasan tersebut, Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Hasan Klein memimpin pertemuan tersebut bersama pihak Sekretariat Jenderal OKI.

Pada saat pertemuan SOM, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi pun memanfaatkan waktu dengan melakukan pertemuan bilateral secara maraton. Negara yang diajak berdiskusi antara lain Gambia, Afganistan, Tajikistan, Mesir, Sierra Leone,dan Mauritania.

Selain membahas isu Palestina, Retno pun mengangkat banyak isu kepada sesama koleganya. Misalnya meminta dukungan terkait rencana pencalonan diri Indonesia dewan keamanan PBB kepada Menlu Sierra Leone Samura Kamara. Atau membahas diplomasi ekonomi dan bantuan peningkatan kapasitas kepada Menlu Gambia Neneh Macdouall Gaye,

Setelah itu, Marsudi pun melanjutkan agenda dengan pertemuan pejabat tingkat menteri. Pertemuan tersebut dilakukan untuk kembali mengevaluasi draf yang telah disepakat pejabat tinggi. Dia mengaku bahwa pembahasan tersebut berjalan cukup lancar dengan respon positif dari negara peserta.

’’Hari ini, kami membahas dua draf dokumen. Pertama, resolusi mengenai prinsip dasar dan panggilan politik terkait isu KTT kali ini. Serta deklarasi yang akan berisi rencan tindak lanjut secara konkrit dari prinsip tersebut,’’ ujarnya di Jakarta.

Sayangnya, dia masih belum mengungkapkan apa saja yang ada dalam draf tersebut. Pasalnya dua dokumen itu masih bisa berubah lagi seusai dengan pembahasan tingkat kepala negara hari ini. Bukan hanya negara anggota OKI, namun negara pengamat, perwakilan dewan keamanan PBB, sampai kwartet perwakilan penyelesaian Konflik Palestina-Israel pun bakal ikut hadir mendengar pembahasan tersebut.

’’Nanti ini akan dihasilkan untuk Konferensi Tingkat Tinggi besok. Jadi, tahap ini saya belum bisa jelaskan isi detail dua draf tersebut,’’ terangnya.

Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib menambahkan, usulan Indonesia untuk dokumen hasil berupa resolusi dan deklarasi secara umum memang oleh peserta KTT. Meskipun ada beberap perubahan yang memang dibuat dalam proses tersebut.

’’Tidak ada (perubahan, Red) yang fundamental. Hanya ditambahi atau dikurangi setelah general debate (debat umum) para kepala delegasi. Secara umum, prosesnya berjalan lancar dan dinamis,’’ terangnya.

Namun, bukan hanya Menlu saja yang beraksi kemarin. Presiden Jokowi pun sudah mulai bergerak untuk mendiskusikan isu Palestina yang akan dibaha hari ini. Kemarin sore Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di ruang Kakatua JCC. Secara khusus, Presiden mengungkapkan antusiasmenya karena dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT luar biasa OKI. Apalagi, KTT kali ini secara khusus membahas persoalan palestina dan Al Quds.

Menurut Presiden, KTT kali ini merupakan bentuk dukungan penuh serta solidaritas Indonesia maupun OKI terhadap PAlestina. ’’Saya harap KTT ini mendorong persatuan negara-negara anggota OKI dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan menyelesaikan isu Al Quds Al Sharif,’’ ujar Jokowi.

Meskipun demikian, menurut Jokowi dukungan dari negara luar saja tidak cukup. Persatuan bangsa Palestina sendiri merupakan hal paling mendasar yang harus terwujud di tanah Palestina. ’’Indonesia akan mendorong semua faksi untuk bersatu guna mewujudkan kemerdekaan PAlestina,’’ lanjutnya.

Dukungan Indonesia atas kemerdekaan PAlestina akan dilaksanakan sesuai kerangka two state solution. Juga, sejalan dnegan berbagaoi reolusi PBB yang relevan. Indonesia mendukung berbagai terobosan dan inisiatif untuk menyelenggarakan konferensi mengenai perdamaian di Palestina. Di KTT kali ini, Presiden berharap ada solusi yang konkret.

Salah satu bentuk dukungan Indonesia adalah mendirikan konsul kehormatan di Ramallah bulan ini. Menlu Retno MArsudi akan datang ke PAlestina untuk meresmikan konsul kehormatan tersebut. ’’Keberadaan Konsul Kehormatan adalah langkah awal langkah awal meningkatkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina,’’ tuturnya.

Saat gala dinner, Jokowi secara resmi menyambut kehadiran para delegasi. ’’Selamat datang di Indonesia, negara dengan penduduk 252  juta, sekaligus negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar,’’ ujarnya.

Berbeda dengan biasanya, pidato berdurasi dua setengah menit itu Jokowi menggunakan bahasa Inggris. Tidak lupa, Jokowi juga memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang sangat plural, menjunjung demokrasi, dan dengan kondisi politik yang stabil.

Di sisi lain, Menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa pertemuan para pejabat senior maupun menteri kemarin membahas draf dua dokumen yang akan dihasilkan pada puncak KTT hari ini. Pertama adalah resolusi yang berisi prinsip-prinsip dasar dan sikap politik. Kedua, deklarasi Jakarta yang bersi hal-hal yang bersifat konkret.

’’Kedua dokumen tersbeut merupakan hasil dari KTT, sehingga pada tahapan ini saya belum dapat menyampaikan isi detail dari kedua draf tersebut,’’ terangnya. Yang jelas, selama negosiasi, tampak solidaritas dan komitmen negara-negara anggota OKI untuk meneruskan dan membantu perjuangan rakyat palestina.

Hari ini, KTT akan dimulai pukul 8.30 dan berakhir pukul 17.30. Selain agenda utama KTT, bakal ada sejumlah sesi pertemuan bilateral antarnegara di sela-sela kegiatan. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar