Pemprov Kepri Pertimbangkan Kelola SWRO Bersama

548
Pesona Indonesia
Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum (SWRO) sudah mendekati tahap akhir pengerjaan. foto:yusnadi/batampos
Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum (SWRO) sudah mendekati tahap akhir pengerjaan. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum (SWRO) sudah mendekati tahap akhir pengerjaan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pun sedang mempertimbangkan teknis pengelolaannya. Pasalnya, dana yang digunakan untuk membangun fasilitas ini berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.

Oleh karena itu, Kepala Dinas PU Kepri, Heru Sukmoro menyatakan, sedang direncanakan agenda perbincangan dengan pihak kementerian. “Nanti kami ingin runding dulu dengan kementerian, bagaimana bila mekanismenya untuk dikelola dulu bersama,” kata Heru, kemarin.

Hal ini, sambung Heru, demi memastikan penerapan SWRO di tengah-tengah masyarakat tidak mengalami banyak kendala. Mengingat SWRO ini merupakan teknologi baru dan Tanjungpinang menjadi daerah percontohan dalam skala besar. “Soal progres, secara teknis sudah hampir selesai,” ungkapnya.

Sementara Gubernur Kepri, Muhammad Sani sepakat saja dengan pertimbangan Dinas PU. Pasalnya, memang mesti menyiapkan segalanya dengan paling baik. Mengingat pelayanan SWRO ini bersentuhan langsung dengan masyarakat banyak.

Termasuk juga yang diingat Sani, mengenai harga yang bakal dibebankan kepada masayrakat. “Jadi kurang itu (harga, red) yang perlu dibicarakan kembali. Saat ini kan sudah 2.448 meteran yang terpasang di rumah. Itu semua berapa harganya,” ucap gubernur 73 tahun ini.

Sebelumnya, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri, Abdul Kholik, menuturkan proses uji coba pengaliran air hasil penyulingan air laut (SWRO) ke rumah-rumah warga disejalankan dengan upaya pengecekan.

“Proses ini dilakukan langsung oleh Kementerian PU, uji coba juga sekaligus flushing. Karena pipa-pipa ini kan di dalam tanah juga pengecekan penyambungan pipa sekaligus pencuciannya,” terang Kholik.

Flushing yang merupakan proses pembuangan air kotor, diketahui Kholik telah dimulai sejak sepekan lalu. Namun proses ini berlangsung secara bertahap. Sehingga proses awal yang sudah dilangsungkan pada pipa utama (sekunder). Dan selanjutnya, sesuai tahapan yang telah dibentuk Kementerian PU, akan dilanjutkan sampai mengalirkan ke rumah-rumah warga yang sudah terpasang meteran khusus SWRO.

“Kemungkinan akan dialirkan per wilayah, jadi nanti tim yang akan turun langsung ke lapangan, mencari ada tidak persoalan yang ditemukan,” terang Kholik. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar