Polisi Kesulitan Awasi Pelabuhan Tikus, Minta Bantuan Masyarakat

535
Pesona Indonesia
Kapolres Barelang Kombes Helmy Santika. Foto: Batam Pos / JPNN
Kapolres Barelang Kombes Helmy Santika. Foto: Batam Pos / JPNN

batampos.co.id – Kepolisian Batam mengaku cukup kesulitan dalam mengawasi pelabuhan tikus di Kota Batam. Sebab Batam memiliki banyak pelabuhan yang harus diawasi, baik pelabuhan resmi maupun pelabuhan yang tidak memiliki izin.

“Dari pendataan yang kita lakukan. Kita menemukan ada sekitar 51 pelabuhan (resmi dan tidak resmi) di Kota Batam. Dengan jumlah sebanyak itu, kita cukup kesulitan untuk melakukan pengawasan,” ungkap Kombes Helmy Santika, Senin (7/3).

Lebih lanjut Helmy mengajak kepada semua instansi dan masyarakat untuk melakukan kerja sama terkait pengawasan terhadap pelabuhan tikus di Kota Batam.

“Aparat dan pemerintah tentunya tidak bisa menutup pelabuhan tikus, karena itu menyangkut perekonomian masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, masyarakat di kawasan pelabuhan yang berprofesi sebagai nelayan tentunya menjadikan pelabuhan tersebut sebagai jalur untuk membawa atau mendatangkan kebutuhan pokok mereka.

“Kondisi seperti ini tentunya perlu menjadi pekerjaan rumah (PR) dan tanggungjawab kita bersama. Sehingga nantinya bisa meminimalisir tindakan ilegal yang dilakukan di pelabuhan tikus tersebut,” tandasnya.

Seperti diketahui, pelabuhan tikus selama ini kerap disalah gunakan dengan aksi penyelundupan yang kerap terjadi, seperti penyelundupan narkoba, beras, gula, dan lain sebagainya.(egi/bpos)

Respon Anda?

komentar