Romy Ingin Rebut Kantor PPP, AMK Siap Tumpah Darah Pertahankan

565
Pesona Indonesia
Bendera PPP. Foto: Ilustrasi Dok JPNN
Bendera PPP. Foto: Ilustrasi Dok JPNN

batampos.co.id – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Surabaya Romahurmuziy menyurati kepengurusan PPP hasil Muktamar Jakarta agar menyerahkan kantor pusat yang terletak di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Surat tersebut dilayangkan kubu Romy saat tengah dilakukan mediasi islah oleh Ketua Umum PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam terhadap kubu PPP yang berkonflik.

Namun Wakil Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey T Djemat, menyayangkan surat pengambil alihan kantor DPP PPP di saat yang bersamaan tengah ada upaya islah. Apalagi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) sudah menginisiasi agar PPP dapat melakukan islah.

Walaupun mengatasnamakan Muktamar Bandung yang SK-nya telah diperpanjang enam bulan, dan Romy selaku Sekjen, sambung Humprey, hal tersebut tidaklah pantas. Itu dapat dikatakan intimidasi.

Karena, Menkumham menginginkan islah partai berlambang Kabah itu dilakukan dengan tiga prinsip. Yaitu melaksanakan muktamar luar biasa secara demokratis, restoratif dan berkeadilan.

“Menkumham akan menunda Muktamar luar biasa sampai islah dengan tiga prinsip tersebut tercapai,” ujar Humphrey kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya, Minggu (6/3).

Sedangkan Ketua Umum Angkatan Muda Kabah (AMK) Sudarto mengatakan pihaknya siap untuk mempertahankan kantor DPP PPP yang akan diambil alih oleh Romy. Sebab, tindakan itu dinilai jauh dari upaya islah yang tengah diupayakan.

“Untuk Romy cs apabila hak-hak PPP telah diinjak-injak. Apabila para ulama terus dihina-dina, maka kami siap tumpahkan darah, karena itu adalah kehormatan bagi kami,” kata Sudarto dalam keterangan persnya, Minggu (6/3).

Sudarto menegaskan, pihaknya dan kader militan PPP akan memperjuangkan kantor DPP sampai darah penghabisan.(JPG/JPNN)

Respon Anda?

komentar