Satelit BRI Bikin Hemat Ratusan Miliar

1040
Pesona Indonesia

brisatbatampos.co.id – Satelit BRI (BRISat) akan mengangkasa pada 8 Juli 2016. BRISat akan diluncurkan di Kourou, Amerika Selatan, karena tempat itu dekat dengan ekuator.

“Teknisnya, satelit dibawa dengan menggunakan kapal laut ke Kourou dari Prancis (tempat BRISat dirakit, Red),” kata Senior Executive Vice President IT Strategy and Satellite PT BRI Tbk (BBRI) Hexana Tri Sasongko.

Sejarah akan mencatat BRI sebagai satu-satunya bank pemilik dan yang mengoperasikan sendiri satelit. Itu sekaligus akan membantu perseroan memudahkan layanan mikro sampai ke daerah terpencil.

BRISat akan membantu mewujudkan BRI sebagai bank yang tidak hanya besar sebagai sebuah bank, tetapi juga secara mikrofinansial.

“Jadi, bukan hanya sebagai bank dengan laba terbesar, tetapi dampak sosial yang tinggi. Di situlah peran BRI sebagai agent of change,” ucapnya.

Selama ini emiten dengan kede perdagangan BBRI itu sudah berupaya merealisasikannya dengan mengajukan izin membuka lebih banyak cabang di pelosok. Tetapi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator selalu mengizinkan dengan batasan. Alasan utaƂmanya, keterbatasan sistem komunikasi sehingga berpotensi mengganggu layanan dan biaya tinggi.

“Pasti dibatasi. Misalnya, ATM jangan banyak-banyak dan sebagainya. Wajar karena standar sistem komunikasi masih rendah,” ungkapnya.

Padahal, potensi pasarnya juga belum tentu ada di daerah pedesaan yang dituju BBRI itu.

“Iya, kayak begitu itu memang cost center. Tapi, kami ingat cerita toko sepatu Bata yang memutuskan ekspansi ke Afrika. Dulu itu di sana siapa yang butuh sepatu. Orang telanjang kaki semua. Tapi, terus banyak kasus tetanus dan akhirnya Bata laris dan sukses,” kisahnya.

Seperti itulah kisah BRI. Kisah Bata ke Afrika menginspirasi perseroan untuk memasuki lebih banyak daerah belum tersentuh.

“Kami ke daerah yang belum ada pemahaman keuangan, tapi meng-create value baru. Dengan begitu, nanti tercipta kondisi, karena BRI ada, maka ekonomi ada,” ulasnya.

Kebetulan BRISat adalah satelit komunikasi. Indonesia merupakan negara ketiga di dunia yang mengorbitkan jenis satelit komersial pada 1976 setelah Kanada dan Amerika Serikat. Dengan adanya BRISat, BRI akan menghadirkan kualitas layanan sama baiknya antara di perkotaan dan perdesaan. Selain itu, membuat kerja karyawan BRI di daerah menjadi lebih efisien.

Di daerah yang jauh dari cabang, mantri BRI (sebutan untuk agen pemasaran di daerah) biasanya rela menempuh perjalanan ke pelosok dengan infrastruktur tidak memadai. Setelah sampai di tujuan, mereka harus kembali ke kantor untuk membuat laporan.

“Nanti mereka cukup bawa antena kecil dan transponder sehingga bisa langsung report,” jelasnya.

Bagi perseroan, investasi satelit juga menjadi bagian menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). BRI memperkuat jaringan supaya bisa menjadi tuan rumah dan survive, terutama dalam konteks melayani sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Efisiensi juga diraih karena selama ini BRI harus membayar biaya sewa infrastruktur telekomunikasi sekitar Rp 500 miliar per tahun. Dengan asumsi nilai investasi BRISat sekitar Rp 3 triliun, setelah enam tahun satelit diorbitkan, perseroan hemat Rp 500 miliar per tahun. (gen/c10/oki)

Respon Anda?

komentar