Tanjung Pandan dan Ternate Diperkirakan Lokasi paling Oke untuk Saksikan Gerhana Matahari Total

362
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, di antara delapan lokasi pemantauan Gerhana Matahari Total, diperkirakan hanya dua titik yang cuacanya mendukung. Selebihnya langit penuh awan.

Kedatangan GMT tahun ini memang kurang pas. Sebab, datang saat sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim basah. Karena itu, banyak lokasi yang langitnya ditutupi gumpalan-gumpalan awan sejak pagi. Berbeda ketika GMT terjadi di musim kering, potensi tertutup awan sangat kecil. Sebab, setiap hari langit cerah.

Kepala Subbidang Informasi BMKG Harry Tirto Djatmiko mengatakan, pihaknya memetakan prakiraan cuaca saat GMT di delapan lokasi.

Yakni,

  1. Bengkulu,
  2. Palembang,
  3. Tanjung Pandan,
  4. Pangkalan Bun,
  5. Palangka Raya,
  6. Balikpapan,
  7. Ternate, dan
  8. Palu.

”Dari semua lokasi itu, hanya dua titik yang ideal untuk pengamatan GMT,” katanya.

Dua titik itu adalah di Tanjung Pandan dan Ternate.

Di dua lokasi tersebut, diperkirakan 25 persen langitnya tertutup awan. Lalu, di Palembang, Pangkalan Bun, Balikpapan, dan Palu mungkin tertutup awan sampai 50 persen. Sedangkan di Bengkulu dan Palangkaraya, kemungkinan tertutup awan semakin besar, mencapai 75 persen.

Harry mengatakan, perkiraan cuaca itu bisa saja berubah. BMKG selalu memperbarui data prakiraan cuaca setiap 30 menit.(byu/wan/far/dyn/c10/kim) 

Respon Anda?

komentar