Kalau Belum Kiamat, GMT Muncul Lagi Tahun 2056

689
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) disambut meriah oleh masyarakat dunia, khususnya Indonesia. Bahkan ribuan wisatawan asing berdatangan ke Indonesia hanya untuk melihat fenomena alam langka tersebut. Memang GMT kali ini hanya melintasi Indonesia. Jika belum kiamat, fenomena alam ini masih bisa disaksikan 40 tahun ke depan.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin membenarkan fenomena langka tersebut baru akan terlihat lagi dalam waktu 40 tahun kedepan. Tepatnya pada 2056.

GMT kali ini, kata Thomas, memang tak bisa dilihat di semua wilayah di Indonesia. Gerhana matahari total hanyan melintasi 11 provinsi di Indonesia: Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

“Gerhana matahari total di bagian timur Indonesia akan berlangsung sekitar 3 menit pukul 09.00 waktu setempat. Sedangkan di bagian barat akan berlangsung sekitar 2 menit pukul 07.30 WIB,” ujar Thomas seperti dilansir Antara.

Thomas menjelaskan, gerhana matahari total hanya akan terjadi ketika bulan berada diantara matahari dan bumi sehingga bayang-bayang bulan akan jatuh ke permukaan bumi. Daerah yang dilewati bayang-bayang itu akan mengalami gerhana. (nur/berbagai sumber)

Respon Anda?

komentar