Akom Setujui Tunda Tujuh Mega Proyek DPR

393
Pesona Indonesia
Ade Komarudin. Foto: Dok JPNN
Ade Komarudin. Foto: Dok JPNN
batampos.co.id – Pembangunan gedung baru DPR RI yang memakan dana triliunan rupiah akhirnya ditunda. Penundaan itu seiring dengan rencana pemerintah yang juga menunda sejumlah pembangunan gedung baru kementerian dan lembaga negara.
Menurut Ketua DPR RI Ade Komaruddin, dirinya setuju penundaan 7 mega proyek DPR karena menghormati moratorium dari pemerintah itu atas dasar sulitnya kondisi keuangan negara saat ini.
“Kalau saya, tentu punya kehendak moratorium harus konsisten kita jalankan,” kata pria yang akrab disapa Akom ini di Komplek  Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Senin (7/3).
Namun, Ade mengaku harus mengkomunikasikan pembatalan ini dengan pihak yang berkepentingan, seperti Kesetjenan DPR, Badan Urusan Rumah Tangga DPR, hingga perwakilan sepuluh fraksi. “Jika semua pihak setuju, maka proyek ini bisa dibatalkan,” ungkapnya.
Akom mengakui bahwa sarana prasarana untuk anggota DPR  memang masih k?urang memadai, misalnya saja ruangan anggota dewan serta para tenaga ahli yang ada di Gedung Nusantara I Komplek Parlemen Senayan. Namun dia tidak mau proyek pembangunan yang akan dilakukan DPR justru akan menjadi beban untuk rakyat dan negara.
“Kami cari jalan keluar atasi kekurangan ruangan. Kekurangan ruangan kan tidak harus membangun. Kami cari akal,” kata dia.
Seperti diketahui, DPR memiliki 7 mega proyek, yaitu pembangunan alun-alun demokrasi, pembangunan museum dan perpustakaan, pembangunan jalan untuk tamu dan publik, perluasan basement untuk visitor center, pembangunan ruangan pusat penelitian dan sistem pendukung, penambahan ruang anggota dan alat kelengkapan, serta pembangunan dan integrasi kawasan.
Sebelumnya ketujuh mega proyek itu menuai protes. Akhirnya DPR hanya fokus pada 3 proyek, yang nilainya tetap fantastis. Estimasi anggaran tertinggi untuk pembangunan 3 dari 7 proyek DPR adalah sebesar Rp 2,08 triliun, yang dananya diambil dari APBN. Di APBN 2016, DPR pun sudah mendapat anggaran sebesar Rp 570 miliar untuk memulai proyek tersebut. (JPG/JPNN)

Respon Anda?

komentar