Beginilah Nasib Hidup di Perbatasan, Transportasi dan Komunikasi Sangat Sulit

580
Pesona Indonesia
Pulau Pekajang, Lingga, sudah memiliki tower untuk komunikasi tapi belum difungsikan. foto:hasbi/batampos
Pulau Pekajang, Lingga, sudah memiliki tower untuk komunikasi tapi belum difungsikan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Selain persoalan listrik, akses transportasi dan komunikasi juga menjadi persoalan yang perlu segera dicarikan solusinya untuk Pulau Pekajang, Lingga.

“Kalau pakai pompong bisa 14 jam perjalanan laut (Daik-Pekajang). Carternya Rp 3 juta. Untuk pulang ke Pekajang kita dari Daik harus ke Tanjungpinang dulu naik kapal Bukit Raya turun di Bangka. Ongkos Daik ke Tanjungpinang yang mahal, mau Rp 200 ribu,” tambahnya.

Transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat Pekajang, ungkap Siman, pjs Kepala Desa Pekajang, kapal angkutan kesehatan bagi warga. Terutama untuk transportasi berobat ke Pulau Belitung. Sebab selama ini bila masyarakat membutuhkan perawatan yang intensif, warga hanya menggunakan pompong saja.

“Alat transportasi yang sangat dibutuhkan warga dan masyarakat itu kapal kesehatan, kalau ada warga yang sakit butuh pertolongan, dapat segera dibawa ke Belitung, dan kapalnya cepat,” ujarnya.

Dikatakan Siman, selain transportasi dan kapal kesehatan tersebut, harapan masyarakat Pekajang juga membutuhkan fasilitas komunikasi yang memadai. Karena, selama ini komunikasi melalui telepon seluler masih sangat minim.

Apalagi saat ini, lanjut Siman, banyak anak-anak Pekajang yang bersekolah di luar Pulau Pekajang. Keterbatasan komunikasi ini membuat keluarga sulit untuk mengetahui kebutuhan sekolah anak-anaknya.

“Alat komunikasi minim. Jadi kalau terjadi apa-apa kita sulit memberitahu, misalnya ada keluarga yang sedang sakit, mau memberi tahu anak yang jauh pakai apa?”ungkapnya.

Soal komunikasi, Pemerintah Provinsi Kepri kembali mewacanakan telepon satelit sebanyak 4 unit. Meski jumlah cukup banyak, hal ini belum dinilai efektif. Kebutuhan komunikasi bukan hanya kepentingan administrasi desa. Tapi kebutuhan seluruh masyarakat. “Komunikasi kebutuhan semua orang. Bukan hanya desa. Kebutuhan nelayan juga,” katanya.

Melalui musrenbang kecamatan, Siman sangat mengharapkan dua prioritas usulan Desa Pekajang tersebut diakomodir pemerintah segera. Supaya jarak yang jauh dan sulitnya komunikasi tersebut dapat dipangkas dan dipercepat untuk Pekajang.

“Harapannya mendapatkan perhatian dan prioritas pemda maupun provinsi Kepri secepatnyalah,” ujar Siman. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar