Bulog, Salurkan Raskin Kualitas Impor di Bintan

721
Pesona Indonesia
Operasi pasar beras murah di Pasar Tani Toapaya Bintan, kemarin. Bulog Sub Divre Tanjungpinang memastikan beras subsidi yang disalurkan ke Kabupaten Bintan kualitasnya setara dengan beras impor.  Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.
Operasi pasar beras murah di Pasar Tani Toapaya Bintan, kemarin. Bulog Sub Divre Tanjungpinang memastikan beras subsidi yang disalurkan ke Kabupaten Bintan kualitasnya setara dengan beras impor.
Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Tanjungpinang yang turut membawahi penyaluran hingga wilayah Kabupaten Bintan menyatakan bahwasanya beras subsidi yang merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan punya kualitas bagus.

“Tahun ini, raskin yang disalurkan jenis impor. Kualitasnya sama dengan yang kami jual di operasi pasar murah,” terang Kepala Bulog Sub Divre Tanjungpinang, Muhammad Wawan Hidayanto, kemarin.

Sehingga amat mengherankan ketika ada keluhan dari masyarakat Kabupaten Bintan bahwa beras yang disalurkan punya kualitas buruk dan bahkan dikatakan tidak layak konsumsi. Karena menurut Wawan, ketika beras subsidi tiba di gudang Bulog, kualitasnya tetap dalam pengawasan. Pemeriksaan kualitas juga dilakukan berkala. Ini demi memastikan penyaluran beras subsidi sampai ke tengah-tengah masyarakat dalam kondisi bagus.

“Kami meminta ketika beras sampai ke titik distribusi harus dijaga. Agar kualitasnya tetap bagus untuk dimakan,” ucap Wawan.

Kepada pihak kecamatan di Bintan selaku titik pertama distribusi, Wawan juga mengimbau agar proses penyimpanan diperhatikan. Pasalnya, pengaturan penyimpanan berpengaruh dengan kualitas beras.

“Jangan ditumpuk di tempat lembab atau basah, lapisi permukaan sebelum beras sebelum disimpan untuk menjaga kualitasnya terjaga,” terang Wawan.

Bila nanti masih ada rumah tangga sasaran (RTS) di Kabupaten Bintan yang menerima beras subsidi berkualitas buruk, Wawan menerangkan bisa melaporkan ke pihak kecamatan agar diteruskan ke Bulog Sub Divre Tanjungpinang.

“Kami pasti ganti, tapi kami pastikan, yang kami salurkan itu beras bagus, itu beras pilihan,” tegas Wawan.

Khusus untuk penyaluran beras subsidi tahun ini, data yang dipakai belum berubah alias masih sama dengan tahun 2015. Demikian juga dengan jatah yang akan diterima masih sama, yakni 15 kilogram per RTS dengan harga dasar Rp 1.600 per kilonya dan beras itu disalurkan dalam ukuran setengah kwintal.

“Kami belum tahu, apakah 50 kilogram ini nanti harus dibagi-bagi lagi oleh Bulog menjadi 15 kilo, atau langsung dikirim begitu saja ke pemerintah setempat, nanti pihak di sana yang membagi baginya sendiri menjadi 15 kilo,” ujar Wawan.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Ketua RT 6 di Desa Pengujan, Sariyah sempat mengeluhkan kualitas raskin yang diterima oleh sejumlah warganya. Mengutip laporan yang diterimanya, masyarakat menilai raskin yang bagikan Bulog, ada kalanya tidak layak konsumsi.

“Karena macam makanan ayam. Harusnya bisa diganti dengan beras yang lebih bagus. Biar orang-orang senang,” ungkapnya. (muf)

Respon Anda?

komentar