Bupati Natuna Belum Dilantik, RPJMD 2017 Belum Rampung

557
Pesona Indonesia
Natuna-Anambas
Natuna-Anambas

batampos.co.id – Kepala Bappeda Pemkab Natuna, Hardinansyah mengatakan, pada musrenbang tahun 2017 pemerintah daerah akan membahas secara final dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Saat ini, kata Hardinansyah, masa transisi jabatan Bupati lama dan Bupati terpilih. Sehingga diperlukan masukan dalam RPJMD lima tahun mendatang.

“Penyelesaian RPJMD tunggu pelantikan Bupati terpilih (Hamid Rizal dan Ngesti Yuni Suprapti,red), kami perlu masukan, karena sekarang masa transisi,” sebut Hardinansyah, Senin (7/3).

Namun untuk mendukung program kerja lima tahun, kata Hardinansyah, pemerintah daerah sudah menyiapkan rumusan menyesuaikan nawacita Presiden RI, yakni membangun dari desa dan mengadopsi visi misi Bupati terpilih, menggali potensi kelautan dan perikanan serta pariwisata bahari.

Program ini, kata Hardinansyah, didukung geografis Natuna yang terdiri dari 99,25 persen lautan. Pariwisata bahari dan potensi kelautan perikanan adalah sumber pendapatan daerah.

Diakui Hardinansyah, dimasa pemerintahan Bupati Ilyas Sabli dan Imalko pada lima tahun terakhir belum menyentuh sektor kelautan perikanan dan pariwisata. Namun pada infstruktur dasar. Juga mengarah pada fundamental ekonomi kerakyatan, tapi terjadinya defisit menyebabkan program lima tahun tersebut terbaikan.

“Memang lima tahun terakhir arah kebijakan pada insfstruktur dasar, tapi belum berdampak pada ekonomi,” ujar Hardinansyah.

Dikatakan Hardinansyah, pada rumusan RPJMD Natuna lima tahun kedepan, menyesuaikan pola ruang yang sudah disiapkan yang terdiri beberapa kawasan strategis, yakni industri migas dan agromina wisata.

Hardinansyah merinci, kawasan yang sudah didetapkan dalam pola ruang diantaranya kawasan strategis nasional berlokasi di Kecamatan Buguran Timur, yang mengedepankan aspek hankam.

Pemda juga sudah menetapkan kawasan strategis provinsi, berupa kawasan industri migas dan pelabuhan samudera. Lalu kawasan strategis kabupaten disebut kawasan agro politan, merupakan kawasan pertanian dan perkebunan berlokasi di Batubi dan Kelarik. Serta kawasan mina politan di wilayah Selat Lampa dan Pulau Tiga sebagai industri perikanan.

Di Kecamatan Bunguran Timur Laut merupakan kawasan wisata bahari, mulai dari pesisir pantai Tanjung hingga pantau Sujung Desa Teluk Buton.

Dikatakan Hardinansyah, melalui rumusan RPJMD lima tahun 2016-2021, program kerja SKPD saling mendukung dalam pencapaian realisasinya.

Misalnya bidang kelautan dan perikanan, sambung Hardinansyah, seluruh anggaran SKPD terkait difokuskan ke pembangunan pelabuhan perikanan terpadu, baik menggunakan APBN, DAK provinsi dan DAK Kabupaten. Tahun ini APBN kucurkan Rp 96 miliar untuk penyelesaian pelabuhan perikanan pantai di Selat Lampa.

Dari program pemerintah pusat, katanya, Natuna menargetkan mendapat bantuan 70 kapal tangkap setiap tahun. Mulai kapasitas 3 GT, 5 GT hingga kapasitas 30 GT.

“Program kelautan dan perikanan, kawasan Selat Lampa merupakan zona premier, sementara kecamatan-kecamatan sebagai zona sentra perikanan sebagai pendukung,” ujar Harsinansyah.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar