Dispar Tanjungpinang Bentuk Kelompok Sadar Wisata

800
Pesona Indonesia
Pulau Penyengat, objek wisata yang paling ramai dikunjungi wisatawan di Tanjungpinang. Disparbud membentuk kelompok sadar wisata yang bertugas mempromosikan wisata Tanjungpinang. foto:Disparbud Tanjungpinang
Pulau Penyengat, objek wisata yang paling ramai dikunjungi wisatawan di Tanjungpinang. Disparbud membentuk kelompok sadar wisata yang bertugas mempromosikan wisata Tanjungpinang. foto:Disparbud Tanjungpinang

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang membentuk 18 kelompok sadar wisata di setiap kelurahan se-Kota Tanjungpinang.

“Tugas kelompok sadar wisata ini adalah untuk mempromosikan wisata di masing-masing kelurahannya,” ujar Kadisparbud Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram, Senin (7/3).

Selain itu, para kelompok sadar wisata ini juga bertugas mengidentifikasi objek wisata yang ada di masing-masing kelurahannya. Objek wisata bisa berupa objek wisata buatan dan juga alami. Juga tidak menutup kemungkinan terhadap objek pendukung pariwisata, seperti pusat ekonomi krearif, ataupun atraksi-atraksi menarik yang ada di setiap wilayah.

“Intinya apa saja yang mendukung pariwisata,”ujarnya. Termasuk kesenian modern.

Esram mencontohkan, salah satu kelurahan yang memiliki karakteristik, yaitu Kelurahan Kampung Bulang. Di kelurahan tersebut, terdapat pusat ekonomi kreatif, dan memiliki kearifan lokal yaitu semah kampung atau ritual keselamatan kampung yang dilaksanakan setiap tahun. “Kalau punya karakteristik seperti itu bisa dibikin kampung wisata,” ujarnya.

Para kelompok sadar wisata juga memiliki tugas untuk memberi penyadaran kepada masyarakat untuk mengimplementasikan Sapta Pesona. “Sehingga betul-betul objek wisata kita ini bisa berkembang,” tutur Esram.

Kelompok tersebut juga diharapkan berperan untuk memanfaatkan perkembangan wisata di lingkup masing-masing. “Karena mereka ini sifatnya sukarela, maka para kelompok ini juga dituntut kreatif dan mandiri untuk memperoleh pendapatan. Tentunya yang tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Jika pariwisata di Kota Tanjungpinang bergejolak secara maksimal, maka target kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara akan tercapai.

Esram melanjutkan, peran serta pemuda dan masyarakat kelompok sadar wisata tersebut sangat diharapkan. “Kalau pemerintah memang tidak bisa menyeluruh,” ujarnya.

Kelompok sadar wisata, dikatakan Esram sudah terbentuk lama. Hanya saja, belakangan terakhir beberapa kelompok tidak aktif. “Jadi ini kami revitalisasi kembali,” ujarnya.

Satu dari 18 kelompok sadar, yaitu Kelompok Sadar Wisata dari Kelurahan Dompak, telah dikukuhkan. “Sekarang sedang dicari waktu untuk dikukuhkan secara serempak,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar