Hindari Pasokan Barang Berkualitas Buruk, Komisi II Intensif Pantau Swalayan

383
Pesona Indonesia
Disperindag-Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang melakukan sidak makanan kedaluarsa. Sementara kemarin, Komisi II DPRD sidak ke swalayan memantau barang tidak layak.foto: lara/batampos
Disperindag-Ekraf dan PM Kota Tanjungpinang melakukan sidak makanan kedaluarsa. Sementara kemarin, Komisi II DPRD sidak ke swalayan memantau barang tidak layak.foto: lara/batampos

batampos.co.id – Menjamurnya swalayan di Kota Tanjungpinang, membuat Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang harus awas. Utamanya dalam memantau peredaran barang di swalayan, yang notabene akan sampai ke tangan masyarakat sebagai konsumen.

“Karena itu, kami menjaga bagaimana supaya barang yang diterima masyarakat itu aman,” ujar anggota Komisi II, Rahma ditemui ketika mengunjungi Supermarket Metro di Batu Delapan Atas, yang sekitar seminggu lalu baru diresmikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, Nurdin Basirun, Senin (7/3) sore.

Dalam kunjungan itu, Rahma yang bertemu dengan pemilik Supermarket Metro, Zulkamirullah mengingatkan untuk selalu melakukan kontrol suplai barang yang masuk. Supaya barang yang diterima masyarakat merupakan barang berkualitas dan layak edar. “Mohon kontrol semua barang, terutama produk makanan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Rahma memberikan apresiasi kepada pemilik karena menyediakan sarana ibadah yang layak, yaitu disediakannya ruangan yang luas dan dilengkapi dengan pendingin udara.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (Disperindag-Ekraf dan PM) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto mengatakan, pengawasan terhadap peredaran barang selalu dilakukan secara rutin. Pengawasan tidak hanya dilakukan ke setiap swalayan ataupun supermarket, melainkan semua lini perdagangan.

Ia mengatakan, dalam setiap pengawasan yang dilakukan, di sebagian besar swalayan atau supermarket kerap ditemukan produk dengan kemasan yang rusak. “Artinya, itu sudah tak layak jual,” ujarnya.

Karena itu, ia mengimbau semua pemilik untuk selalu meneliti barang yang dipasoknya, demi mencegah masuknya barang berkondisi buruk. “Karena selain merugikan konsumen, itu juga merugikan penjual,” ujarnya.

Jika dalam pengawasan, pihaknya menemukan barang dengan kondisi buruk, maka pihaknya melakukan penyitaan barang. Selanjutnya akan memberikan teguran terhadap pemilik tempat usaha untuk tidak menjual barang dengan kondisi yang buruk.

Pihaknya juga akan melacak pemasok barang, sebagai tindak lanjutnya. “Kepada pemasok yang sengaja menjual barang dengan kualitas buruk, tentu akan dikenai pidana. Karena tindakannya termasuk penipuan,” tutupnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar