Investor Senang Status Batam Makin Jelas

2114
Pesona Indonesia
Para pelamar kerja saat mengikuti tes tertulis di perusahaan Astrump Group-CSG yang dilaksanakan di lantai 6 Gedung Graha Pena, Batam Kota. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Para pelamar kerja saat mengikuti tes tertulis di perusahaan Astrump Group-CSG yang dilaksanakan di lantai 6 Gedung Graha Pena, Batam Kota.
Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – “Kalau kepastian hukum sudah jelas, investor kan jadi lebih nyaman dan senang untuk berinvestasi di Batam.” Demikian pendapat Project Manager Astrump Group-CSG, Christian. “Aturan FTZ itu sesungguhnya seperti apa? biar pengusaha jadi tak bingung.” katanya.

Menurutnya, kawasan Free Trade Zone (FTZ) khususnya di Batam harusnya menjadi ujung tombak Pemerintah Indonesia untuk menarik pasar investasi dunia. Caranya, dengan peningkatan infrastruktur dan pembenahan regulasi. Namun untuk saat ini saja aturan masih ditunda-tunda, maka sulit mempertahankan investor yang telah ada dan menarik investor yang akan masuk.

Lebih lanjut Christian mengatakan, sejak Batam ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau lebih di kenal dengan istilah FTZ, sering terjadi tumpang tindih penerapan aturan hukum. Bahkan sering terjadi pemaksaan pemberlakuan aturan hukum yang nyata-nyata berbenturan dengan UU FTZ. Pemahaman terhadap UU FTZ sangat diperlukan bagi semua pihak, termasuk para pengambil kebijakan agar tidak terjadi tumpang tindih apalagi sampai melanggar asas hukum yang berlaku di Indonesia.

Christian membeberkan wacana bahwa sebenarnya pihaknya telah menyiapkan rencana untuk melebarkan sayap usahanya di Batam, tepatnya di Kawasan Industri Tunas 1 Batam. “Mungkin pada April kami sudah mulai,” jelasnya.

Christian menambahkan bahwa perusahaan Astrump Group merupakan pabrik timah dan tembaga yang membuat berbagai macam produk seperti copper alloys bar, rod tube,strip and wire.

“Kami juga ingin memberitahukan kepada supplier-supplier alat-alat perkantoran, safety, alat-alat elektrikal, transportasi termasuk jasa sekuriti untuk mengajukan penawaran kerjasama kepada kami dengan mengirim ke email [email protected],” tutupnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Mustofa Widjaja menyambut baik keluarnya Keppres nomor 8 Tahun 2016 tentang Dewan Kawasan KEK Batam. Mustofa melihat semangat pemerintah pusat sama dengan semangat Batam selama ini, yakni mendatangkan investor sebanyak-banyaknya.

Ia juga mengaku menerima siapapun yang ditentukan pemerintah terkait komposisi keanggotaan Dewan Kawasan (DK) dimana menteri perekonomian dinobatkan sebagai ketua DK.

“Ini kabar baik dan kami mendukung, investor semakin nyaman berinvestasi di Batam,” ujar Mustofa di Jakarta, usai bertemu dengan Komisi VI DPR RI dan Panja FTZ/KEK, Senin (7/3). (iwa/spt)

Respon Anda?

komentar