Jaringan Lama PLN Karimun Banyak Rusak, Penyebab Listrik Padam Mendadak

726
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Jaringan listrik milik PLN mengalami kerusakan, telah menyebabkan pemadaman mendadak selama sepekan lebih. Pemadaman terjadi di sebagian kawasan Kolong Jalan A yani, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Baran, Meral, Kampung Harapan, Wonosari, Batu Lipai, sebagian terjadi juga di Sungai Pasir.

”Pemadaman yang terjadi hampir 8 hari lalu dan masih berlangsung pada hari ini (kemarin, red) untuk kawasan-kawasan tertentu bukan disebabkan adanya pemadaman bergilir atau sengaja kita yang mematikan listrik, khususnya pada pada siang hari. Melainkan, memang terjadi kerusakan dan gangguan pada penyulang atau penghantar daya di nomor dua,” ujar Manajer PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun, Dedy Januar, Senin (7/3).

Proses terjadinya pemadaman listrik di daerah Baran, Meral, Wonosari, Kampung Harapan, Kolong, Sungai Pasir dan Batu Lipai, terjadi pada siang hari ketika sedang panas terik. Sehingga, pihaknya melakukan pemeriksaan tiang-tiang listrik satu per satu. Alat yang rusak tersebut berada di bagian atas tiang yang disebut hang isulator. Untuk memastikan hang isulator yang rusak harus memanjat tiang listrik dan listrik dalam kondisi padam. Sebab, aliran listriknya bertegangan tinggi dan berbahaya jika tidak dipadamkan.

”Sejauh ini, sudah 42 tiang yang kita periksa dan 22 diantara alat yang rusak pada bagian atasnya sudah diganti. Pekerjaan melakukan pengecekan juga tidak mudah. Artinya, jika di kawasan yang kita sebutkan tadi terjadi pemadaman mendadak, maka teknisi tidak langsung bisa memastikan di tiang listrik mana kerusakan tersebut terjadi. Karena, cukup banyak tiang listrik yang ada di akawasan tersebut. Artinya, setiap 50 meter ada tiang listrik,” jelasnya.

Untuk diketahui, lanjut Dedy, kerusakan pada hang isulator termasuk jaringan listrik yang usianya sudah lebih 20 tahun tidak pernah diganti. Dengan kondisi ini pihaknya meminta maaf kepada pelanggan di daerah tersebut, karena ketidaknyamanan ini.

“Insya Allah untuk kebutuhan listrik saat ini mencukupi. Masih ada surplus 3 sampai 4 megawatt (Mw) pada saat beban puncak,” katanya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar