Kantor PPP Jadi Rebutan, 280 Polisi Pun Disiagakan

339
Pesona Indonesia
Bendera PPP fajar
Ilustrasi Bendera PPP. Foto: Dok JPNN

batampos.co.id – Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi rebutan antara kubu Djan Faridz dan Romahurmuziy alias Romy. Kubu Muktamar Jakarta diultimatum agar meninggalkan kantor di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat itu Senin (7/3) sore.

Tak terima, Djan Faridz cs menyiagakan pasukan imternal dan meminta bantuan penjagaan dari aparat kepolisian sebanya 280 personel.

Ultimatum tersebut tertuang dalam surat yang dikirimkan pengurus DPP PPP hasil Muktamar VII Bandung. Surat tersebut ditandatangani Romy sebagai ketua umum, serta Emron Pangkapi sebagai wakil ketua umum.

Dalam surat yang dikirimkan Jumat (4/3) lalu, tertulis bahwa surat itu ditujukan kepada Djan Faridz dan Achmad Dimiyati Natakusumah.

Mereka diminta menyerahkan kantor DPP PPP, karena sudah tidak berhak lagi menempati. Bahkan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk pengurus Muktamar Bandung.

Atas surat tersebut, puluhan kader pendukung Djan Fairdz sudah bersiaga sejak pagi, untuk menyambut perwakilan kubu Romy yang isunya akan melakukan perebutan paksa kantor DPP partai Kabah. Selain itu, puluhan anggota Brimob Polri juga sudah bersiaga di luar pagar sebanyak 280 personel.

Namun hingga Senin (7/3) malam, tidak ada tanda-tanda akan kedatangan kubu Romy.

Puluhan kader pendukung Djan Faridz memilih untuk bersantai di dalam kantor DPP PPP, sementara polisi masih bersiaga di luar pagar.

Jazzy, salah seorang pimpinan kader pendukung Djan Faridz, yang bersiaga diloksi tersebut mengatakan pihaknya bersiaga untuk menyambut bila ada perwakilan dari kubu Romy, datang mengklaim sekretariat DPP.

“Pihak Romy mengultimatum untuk mengkosongkan (kantor, red) DPP. Kami bersiaga kalau ada eksekusi karna isunya akan merebut paksa,” ungkapnya kepada wartawan di depan kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (7/3).(JPG/JPNN)

Respon Anda?

komentar