Korban DBD sudah 171 Kasus, Karimun Belum Berstatus KLB

492
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Kesehatan Karimun Hj Sensissiana. foto: tri haryono/batampos
Kepala Dinas Kesehatan Karimun Hj Sensissiana. foto: tri haryono/batampos

batampos.co.id – Meski telah merenggut nyawa seorang bocah berusia 7 tahun, tetapi Dinas Kesehatan Karimun belum menetapkan kasus DBD di Kabupaten Karimun masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga Maret 2016, tercatat sebanyak 171 kasus, dengan satu pasien meninggal dunia.

”Jangan sampailah status KLB DBD. Tapi, saya tetap melakukan pemantauan daerah yang rawan terhadap DBD. Sedangkan, kasus yang di Bukit Tiung pada tanggal 2 dan 3 Maret, dicek positif tidak ada DBD. Dan pada tanggal 5 Maret dibawa ke rumah sakit swasta, sekitar pukul 10.00 WIB baru dinyatakan positif DBD,” kilah Kepala Dinas Kesehatan Karimun dra Sensissiana menjawab wartawan, Senin (7/3) kemarin.

Di sisi lain, Sensissiana mengaku dirinya tidak bosan-bosan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar di saat anak-anaknya mengalami deman segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Selain itu, diminta jaga kondisi kebersihan lingkungan di sekitarnya.

”Kita terus melakukan sosialisasi tentang bahaya DBD. Bahkan, ada salah satu ormas juga membantu bagi-bagikan abate. Artinya, ancaman DBD ini benar-benar serius sehingga semua pihak harus bisa berperan. Paling penting laksanakan, 4 M Plus, menguras, menutup, mengubur, memantau,” paparnya.

Sebaliknya, Bupati Karimun Aunur Rafiq malah memberikan perhatian serius terhadap kasus DBD yang terus berkembang. Bahkan orang nomor satu di Bumi Berazam ini telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan dra Sensissiana untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan di lingkungan rumah pasien DBD yang meninggal dunia.

”Saya sudah perintahkan Kadinkes untuk cek ke lapangan. Tapi yang kita ketahui, masa perkembangan nyamuk di dalam manusia itu, bilangannya ganjil. Yaitu satu, tiga, lima, dan tujuh hari. Nah, untuk kasus Evan, bocah yang meninggal dunia karena DBD, kita tidak tahu demamnya sudah berapa hari. Bagaimanapun, kita harus waspada terhadap serangan DBD ini,” tegas Aunur Rafiq yang ditemui usai membuka sosialisasi Perbup Nomor 33 di Gedung Nasional.

Tidak hanya Kadinkes yang diminta serius perangi DBD, tetapi masyarakat juga diminta pun harus tanggap terhadap DBD. “Sama-samalah kita perangi DBD. Terutama dengan menjaga kebersihan di lingkungan sekitar,” pesan Bupati.

Sebagaimana diberitakan, DBD telah memakan korban jiwa Evan, 7, putra pertama Evi, guru di SMA 4 Binaan Karimun. Daerah penyumbang DBD terbesar yakni Kecamatan Tebing sebanyak 49 kasus. Diikuti Karimun 30 kasus, Meral 32 kasus, Meral Barat 11 kasus, Kundur 15 kasus, Moro 23 kasus, Buru 4 kasus, Belat 1 kasus, dan Kuba 6 kasus. Sementara Kecamatan Durai belum ada laporan pasien terkena DBD. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar