Mimpi Daerah Perbatasan Punya Listrik 24 Jam

679
Pesona Indonesia
Rumah-rumah penduduk di Desa Pekajang. foto:hasbi/batampos
Rumah-rumah penduduk di Desa Pekajang. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) tingkat kecamatan Lingga tahun 2017 yang berlangsung beberapa waktu lalu, Pjs Kades Pekajang, Siman, kembali mengusulkan prioritas desa terpencilnya untuk memiliki jaringan listrik, transportasi dan komunikasi yang memadai. Rentang kendali yang begitu jauh, menyebabkan daerah terluar Kepri yang berbatas dengan provinsi Bangka Belitung tersebut, belum memiliki fasilitas sarana dan prasarana dasar yang memadai.

Duka bertahun-tahun warga ini belum juga mampu diakomodir pemerintah daerah. Usulan demi usulan telah disampaikan, namun belum juga ada titik temu. Sementara warga terus menunggu tangan dingin pemerintah membenahi pembangunan desa yang memadai. Listrik desa hanya menyala 4 jam sehari, mulai pukul 06.00 WIB sore hingga 10.00 WIB malam. Kondisi ini menyulitkan pasokan es warga nelayan desa tersebut.

Rajab, salah seorang Mahasiswa STSIP di Daik membenarkan hal ini. Pasokan daya listrik yang masih minim, menyulitkan untuk memenuhi kebutuhan es nelayan maupun penerangan. Desa tersebut telah membangun gudang es, tetapi karena listrik tak memadai, bangunan eks pertambangan timah Cibia tersebut tidak dapat digunakan warga nelayan Pekajang.

“Untuk 3 hari listrik kita bantu pemilik ginset 1 gia solar (drigen takaran 5 liter solar). Jadi kalau satu bulan ada 10 gia solar. Hampir Rp 500 ribu harganya perbulan. Itu bagi warga yang mampu, kalau yang tidak, kembali ke jaman dulu pakai pelita saja di rumah,” tutur Rajab, Senin (7/3). (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar