Panja FTZ Cari Formula Terbaik untuk BP Batam

949
Pesona Indonesia
Kantor BP Batam Sekupang. Foto: Dok Batam Pos / JPNN
Kantor BP Batam Sekupang. Foto: Dok Batam Pos / JPNN

batampos.co.id – Simpangsiur mengenai nasib Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) akhirnya terjawab. Presiden Joko Widodo telah menyetujui mengambil alih pengelolaannya di bawah pemerintah pusat, dan bukan lagi dikendalikan pemerintah provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Atas keputusan itu, DPR melalui Panitia Kerja (Panja) Free Trade Zone (FTZ) Komisi VI akan mencari solusi terbaik agar kinerja BP Batam tidak sama saat di kelola Pemprov Kepri.

“Kami akan membahas masalah ini dengan seksama dan mencari formula agar keberadaan BP Batam maksimum bagi bangsa,” kata Ketua Panja FTZ, yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR, Muhammad Farid Al Fauzi di Jakarta, kemarin (7/3).

Dia mengungkapkan, dalam pembahasan Panja FTZ selama ini, BP Batam sudah diasumsikan berada di bawah pemerintah pusat. “Nanti lebih dalam dikaji di Panja, karena posisi sekarang tidak sinkron kan BP Batam dikelola Gubernur tapi penentuan kebijakan visi dan misinya disusun di Jakarta,” tegas politisi Hanura ini.

Dirinya pun menyambut baik keputusan Presiden Jokowi yang menyatakan mengambilalih BP Batam itu. “Kan menjadi aneh saja sebenarnya. Anggaran disahkan oleh pusat, tetapi dibawah gubernur. Ini tidak sinkronkan sebenarnya. Kawasan khusus oleh pusat bukan oleh otonomi daerah (otda),” jelasnya.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli juga menilai, jika di bawah pemerintah pusat maka pengembangan Batam akan lebih cepat, karena dalam semua hal bisa langsung berkoordinasi dengan Jakarta.

Dia menjelaskan, sejumlah anggota DPR melalui Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Panja MEA, juga sudah mengunjungi Batam untuk melihat perkembangan daerah tersebut.

“Kesimpulan kami, untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), BP Batam harus di bawah pusat. Seperti apa nantinya BP Batam, akan kita bahas selanjutnya biar lebih mantap untuk kepentingan bangsa,” harapnya. (JPG/JPNN)

Respon Anda?

komentar