Pemerintah Tidak Boleh Gegabah Soal Kelanjutan Pembangunan Jembatan Dompak

938
Pesona Indonesia
Keadaan terakhir pembangunan Jembatan I Dompak Tanjungpinang. Hari ini, kelanjutan pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Tanjungpinang dengan Pulau Dompak ini kembali dibahas di DPRD Kepri. F. Faradilla Vewey / Batam Pos.
Keadaan terakhir pembangunan Jembatan I Dompak Tanjungpinang. Hari ini, kelanjutan pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Tanjungpinang dengan Pulau Dompak ini kembali dibahas di DPRD Kepri. F. Faradilla Vewey / Batam Pos.

batampos.co.id – Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Sofyan Samsir meminta agar pemerintah daerah tidak gegabah atau terburu-buru ketika menyikapi rekomendasi yang bakal diterbitkan Komisi Keamanan Jembatan Terowongan Jalan (KKJTJ), mengenai kelanjutan pembangunan Jembatan Dompak.

Menurut Sofyan, apa pun hasil rekomendasinya nanti adalah yang terbaik bagi kelangsungan pengerjaan jembatan yang menghubungkan daratan Tanjungpinang dengan Pulau Dompak ini. “Karena ini jembatan yang memang harus disiapkan terbaik. Jangan asal-asalan dalam membuat keputusan,” ungkap Sofyan, kemarin.

Sudah menjadi tugas Komisi III DPRD Provinsi Kepri, kata Sofyan, untuk memastikan proyek multitahunan ini bisa rampung tepat waktu dan bisa digunakan dalam jangka waktu panjang.

Saat ini, kata Sofyan, DPRD Provinsi Kepri dan pemerintah daerah masih menunggu rekomendasi kelanjutan pembangunan jembatan Dompak yang tengah di bahas KKJTJ di pusat. Setelah sebelumnya analisa konsultan memaparkan bahwasanya, rangka P7 yang sempat roboh tidak perlu dibongkar total dan hanya diperkuat saja kontruksinya.

“Menurut konsultan, tanpa dirobohkan hanya dengan menambahkan beberapa balok supaya kuat,” ungkap Sofyan mengutip keterangan yang diterimanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepulauan Riau, Heru Sukmara menyatakan, berdasarkan hasil penelaahan dari konsultan, rangka P7, bagian jembatan I Dompak yang roboh pada proses pembangunannya itu tidak perlu dibongkar. “Kata mereka, rangka P7 itu tidak perlu dibuka semua. Hanya perlu ada penguatan-penguatan,” kata Heru, di Tanjungpinang, Jumat (4/3).

Hanya saja hasil penelaahan konsultan ini belum secara resmi dikaji Komisi Keamanan Jembatan Terowongan Jalan (KKJTJ). Setelah laporan ini rampung disusun, baru akan diserahkan kepada komisi tersebut. “Nanti akan ditanggapi. Memang perlu dibongkar atau cukup sekadar penguatan saja,” terang Kepala Dinas PU Kepri, Heru Sukmara.

Dibongkar atau tidaknya rangka P7 ini sudah barang tentu bakal berpengaruh terhadap target perampungan jembatan yang menhubungkan daratan Tanjungpinang dengan pulau Dompak itu. Kalau KKJTJ, kata Heru, membenarkan cukup dengan penguatan, diperkirakan bulan Juni mendatang jembatan sudah tersambung. “Tapi kalau tidak disetujui atau harus dibongkar, ya perlu tambahan waktu. Tapi ini belum dibicarakan seperti apa kondisinya,” beber Heru.

Terkait penyebab robohnya rangka P7, Heru menjelaskan, ini adalah permasalahan teknis. Yang versi KKJTJ masuk pada kategori sesuatu yang tak diperhitungkan sebelumnya. Hanya saja kajian penyebab robohnya P7 ini belum diserahkan secara tertulis. “Artinya suatu hal yang tidak diduga kalau di segmen lain kan berhasil,” pungkas Heru. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar