Polda Terima Limpahan Kasus Dugaan Korupsi Pelindo Tanjungpinang

601
Pesona Indonesia
Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Pass pelabuhan diindikasi ada praktik korupsi dan kini kasusnya ditangani Polda Kepri. foto:yusnadi/batampos
Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Pass pelabuhan diindikasi ada praktik korupsi dan kini kasusnya ditangani Polda Kepri. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Polisi mengendus adanya praktik korupsi di pungutan pass masuk Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang yang melebihi standar yang telah ditentukan. Akibat kasus ini akan menyeret banyak pihak dan diduga beberapa petinggi juga. Sehingga Polda Kepri ambil alih kasus ini.

“Iya kami tarik kasus ini ke Polda,” kata Kasubdit III Tipikor Polda Kepri, AKBP Arif Budiman, Senin (7/3).

Ia mengatakan bahwa pihaknya, baru menerima dokumen kasus itu kemarin. Dan untuk mengungkapkan dugaan korupsi ini, Arif meminta waktu. “Kami juga mendiskusikan juga, mengenai arah kasus ini,” ungkapnya.

Untuk saat ini, kata Arif, pihaknya akan melakukan pendalaman. Dokumen-dokumen yang ada akan dilakukan verifikasi. “Selain itu kami akan kaji dokumen yang masuk,” ujarnya.

Apakah kasus ini akan menjerat pejabat di Pelindo? Arif mengatakan belum mengetahui. “Belum-belum,” ucapnya singkat.

Dari data yang didapat koran Batam Pos (grup batampos.co.id), pass untuk domestik seharusnya Rp 4.250, dipungut menjadi Rp 5 ribu. Sementara itu pass masuk pelabuhan internasional, ketentuannya hanya Rp 8 ribu, tapi pihak berwenang memungut Rp 13 ribu. Tak hanya itu saja, pass mengantar juga di-mark up oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Seharusnya Rp 2 ribu, tapi diminta Rp 3 ribu.

Diduga permainan mark up pass masuk ini, melibatkan beberapa pejabat teras. Sebab tak mungkin, pungli ini bertahan dari tahun 2013 hingga 2016 bila tak ada yang melindungi dan membantu, maka pungli ini akan cepat terendus dan dihapuskan.

Mengenai hal ini, Arif tak ingin berkomentar banyak. “Nanti-nanti saja,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang enggan memberikan komentar terkait pengambil-alihan penanganan dugaan kasus korupsi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Tanjungpinang dari Polres Tanjungpinang ke Kepolisian Daerah (Polda) Kepri, tentang dana bagi hasil pungutan pass Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

General Manajer PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan juga tidak bisa ditemui di kantornya, sementara ponsel yang biasa dihubungi saat ini tidak aktif. Pihak Humas PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, Darsono juga enggan memberikan pernyataan resmi.

“Saya belum bisa beri penjelasan. Sebaiknya GM saja yang langsung memberi tanggapan ke wartawan,” ujarnya, Senin (7/3).

Kemungkinan, lanjutnya, dalam waktu dekat PT Pelindo Cabang Tanjungpinang akan menggelar konferensi pers terkait persoalan tersebut.(ska/bpos)

Respon Anda?

komentar