Satpolair Karimun Tangkap Dua Kapal Pembawa 47 Ton BBM Ilegal

962
Pesona Indonesia
Kasat Polair Polres Karimun Iptu Fahmi Fiandri (baju dinas) sedang memantau barang bukti BBM jenis solar hasil tangkapan. foto:sandi/batampos
Kasat Polair Polres Karimun Iptu Fahmi Fiandri (baju dinas) sedang memantau barang bukti BBM jenis solar hasil tangkapan. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Satuan Poliri Perairan (Sat Polair) Polres Karimun menangkap dua unit kapal yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebanyak 47 ton tanpa dilengkapi dengan dokumen dan izin yang resmi di antara Perairan Selat Lumut dan Gunung Papan, Kabupaten Karimun.

Dua kapal yang ditangkap tersebut adalah KM Sinar Abadi II yang mengakut BBM jenis solar yang diperkirakan 35 ton dan di KM Sea Dragon dengan muatan sekitar 12 ton. Dua kapal itu ditangkap pada Selasa (1/3) pukul 01.30 WIB. “Berawal dari informasi yang kita terima dari masyarakat. Kemudian, setelah dilakukan penyelidikan dengan menggunakan kapal patroli kita berhasil menemukan dua kapal yang berjalan beriringan,” ujar Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Fahmi Fiandri, Senin (7/3).

Kru kapal KM Sinar Abadi II, lanjut Fahmi, ada dua orang, yakni Bakhtiar dan Muzir. Dari keterangan dua orang tersebut bahwa minyak berasal dari perairan out of port limit (OPL) atau di perairan perbatasan internasional. Begitu juga dengan kru kapal KM Sea Dragon Siu Lim menjelaskan bahwa asal minyak dari daerah yang sama melalui kapal-kapal tugboat yang berada di perairan tersebut.

”Sejauh ini, kru dari kedua kapal menyatakan bahwa perbuatan mengangkut dan membawa BBM jenis solar baru satu kali dilakukan. Hanya saja, kita dari penyidik tidak mempercayainya. Apalagi, melihat jenis dari dua kapal yang kita tangkap diperkirakan sudah lebih dari satu kali aktivitas membawa minyak secara ilegal dilakukan. Kemudian, tangkapan BBM dari dua kapal ini merupakan tangkapan terbesar dalam setahun terakhir,” jelasnya.

Dikatakannya, dari keterangan kru kapal, biasanya minyak solar ini tidak langsung dijual. Tetapi, menunggu ada pembeli. Jadi, BBM dibiarkan ada di dalam kapal, jika ada pesanan baru dijual. Siapa pemilik dari BBM yang ada di dalam dua kapal ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan, untuk perkiraan nilai BBM dari dua kapal mencapai Rp 290 juta lebih.

”Penanganan terhadap penangkapan BBM ilegal ini dilakukan oleh Satuan Reskrim Polres Karimun. Untuk sementara, penyidik belum menentukan siapa tersangkanya, termasuk siapa pemiliknya masih dalam pengembangan. Yang jelas, dalam perkara ini kita menerapkan pasal 55 dan 53 huruf c dan d sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi,” jelas mantan Kanit Buser Polres ini. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar