Ya Ampun… Pak Dartam dan Tiga Anaknya Tinggal di Kandang Ayam

1109
Pesona Indonesia
Dartam Syah bersama salah satu anaknya yang tinggal di kandang ayam di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Foto: Radar Tegal/JPG
Dartam Syah bersama salah satu anaknya yang tinggal di kandang ayam di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Foto: Radar Tegal/JPG

batampos.co.id – Kisah Dartam Syah (53) dan keluarganya ini sangat menyentuh. Sudah lima tahun ini duda warga Brebes, Jawa Tengah itu tinggal di kandang ayam.

Kini, Dukuh Kalenpandan RT 4/RW 14 di Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes itu menempati sebuah gubuk reot yang sebenarnya untuk kandang ayam. Ia tinggal di situ bersama tiga anaknya.

Setiap harinya, dia bersama ketiga anak-anaknya harus berbagai tempat dengan ayam-ayam milik tetangganya. Itu pun  tidak gratis. “Per bulannya saya harus membayar sewa Rp 50 ribu,” ujarnya.

Ia memang tak bisa berbuat banyak. Kehidupannya memang seperti itu.

Dartam sampai sering menangis meratapi nasibnya. “Sebetulnya sih kasihan anak-anak tidak nyaman. Saya kadang nangis kalau mikir ingin punya rumah sendiri,” ujarnua.

Dartam  menempati kandang ayam tetangganya itu sejak 2011 lalu. Itu terpaksa dilakukannya sejak istrinya, Murtiningsih, meninggal 11 tahun silam.

Di dalam kandang, terdapat ruangan yang dibuat sebagai ruang keluarga untuk beristirahat dan tidur. Tidak ada kasur. Yang ada hanya lantai bambu dengan alas seadanya.  Sementara beberapa ayam berkeliaran di dalam kandang itu.

Kondisi perekonomian Dartam memang sangat minim. Selain tak mempunyai penghasilan tetap, dia harus menghidupi dua anak laki-laki dan seorang perempuan yang masih bersekolah di SD dan SMP.

“Penghasilan saya seadanya. Apalagi anak pertama saya juga kena tumor tulang yang belum sempat diobati, karena tidak ada biaya. Untuk bayar kontrakan, makan, dan sangu sekolah anak-anak saja kadang masih kurang,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan makan dan pendidikan anak-anaknya, Dartam rela bekerja apa saja asal bisa mendapat upah. Namun, menjadi kuli serabutan pun tak selalu bisa diandalkan. Hingga tak jarang mereka semakin hidup dalam kekurangan.

Beruntung, sesekali ada beberapa tetangga yang mengulurkan tangan, membantu meringankan bebannya. “Kalau dari Pemkab Brebes sama sekali belum ada bantuan apapun,” katanya.

Dartam juga tetap berharap anak-anaknya bisa belajar secara layak. “Kalau boleh minta sih, saya cuma kasihan anak-anak. Masa hidup di sini terus-terusan, mereka juga butuh tempat belajar yang nyaman. Anak-anak saya semuanya sehat pintar bisa memiliki masa depan yang baik,” tuturnya. (ism/zul/JPG)

Respon Anda?

komentar