42 % PNS Tak Ngerti Apa yang Harus Dikerjakan

897
Pesona Indonesia
PNS malas dengan kompetensi yang rendah jadi sasaran rasionalisasi. Mereka akan dirumahkan. Foto: istimewa
PNS malas dengan kompetensi yang rendah jadi sasaran rasionalisasi. Mereka akan dirumahkan. Foto: istimewa

batampos.co.id -Rasionalisasi 1,3 juta pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia wajar dilakukan karena rata-rata sudah tidak produktif, sehingga sudah saatnya dirumahkan.

Namun ternyata bukan hanya 1,3 juta PNS itu saja, Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja mengungkapkan, dari data dan penelitian yang mereka lakukan,  42 persen PNS di Indonesia yang datang ke kantor tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

“42 persen dari 4,517 juta PNS di Indonesia tidak tahu apa yang harus dia kerjakan. Begitu sampai kantor, dia bingung mau kerjakan apa,” kata Setiawan dalam rakor pendayagunaan aparatur negara tingkat provinsi yang dihadiri para sekda provinsi se-Indonesia, di Jakarta, Selasa (8/3/2016).

Angka itu merata di pusat hingga ke desa. Artinya, baik PNS di pemerintah pusat maupun yang ada di daerah-daerah, porsi tidak bekerjanya atau tidak tahu apa yang akan dilakukan saat ke kantor mencapai 42 persen.

Dari 42 persen PNS itu, menurut Iwan, ada di jabatan fungsional umum (JFU). Itu sebabnya, kepada seluruh sekda yang hadir diminta melakukan audit organisasi dan memetakan PNS-nya di JFU.

Dengan pemetaan akan diketahui berapa sebenarnya jumlah PNS yang masih bisa didongkrak kemampuannya dan berapa harus dirasionalisasi.

“Para sekda silakan melakukan audit organisasinya. Petakan PNS di JFU ada di posisi apa, punya kualifikasi atau tidak. Setelah dapat hasilnya, baru kita menanjak pada langkah berikutnya,” tandasnya.

Dia menambahkan, pemerintah tidak bisa membiarkan PNS yang datang ke kantor hanya melongo. Semua harus tahu kerjanya apa dan menghasilkan kinerja. (jpnn/nur)

Respon Anda?

komentar