Cabai Merah Langka, Harganya Sempat Menyentuh Rp120 per Kilogram

435
Pesona Indonesia
ilustrasi. foto:dok
ilustrasi. foto:dok

batampos.co.id – Cabai merah di Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya di Tarempa dan sekitarnya kembali langka untuk beberapa saat. Meski saat ini kembali ada namun harganya masih tinggi. Harga saat ini mencapai Rp80 ribu per kilogram. Harga ini sudah menurun dari harga sebelumnya yang sempat mencapai Rp 120 ribu per kg.

“Benar kemarin sempat langka, tapi sekarang sudah hampir normal kembali karena terakhir ferry dan kapal bukit raya sudah jalan lagi,” ungkap salah seorang pedagang di pasar inprss Tarempa Khairul kepada wartawan Selasa (8/3).

Menurutnya untuk mendapatkan cabai merah untuk saat ini tidak mudah karena transportasi masih sulit. Dirinya menyebutkan jika ada transportasi udara kemungkinan masih bisa dimanfaatkan tapi karena saat ini tida ada, maka harus menggunakan transportasi laut.

Jika mengandalkan petani lokal juga tidak mencukupi karena selain bukan saatnya musim panen, jumlah petani di Anambas juga terbatas jadi tidak bisa mencukupi kebutuhan warga Anambas. “Cabai merah dari petani lokal memang ada tapi jumlahnya sangat sedikit. Paling satu atau dua kilo saja, sementara itu kebutuhannya banyak,” ungkapnya lagi.

Kondisi ini tentunya menjadi keluhan warga. Warga yang biasany mudah mendapatkan bahan makanan pokok, sempat kesulitan. Ada beberapa dari warga merasa sudah kebal terhadap kondisi ini lantaran sudah terjadi setiap tahun. Namun ada juga warga yang merasa resah.

Yana (30), contohnya. Meski agak kesulitan mendapatkan cabai merah dan merasa keberatan dengan mahalnya harga cabai merah, namun hal ini tidak menjadi soal. Masih banyak cara untukk menyiasati kelangkaan dan mahalnya cabai merah itu.

“Kalau cabai merah mahal, cari cabai ijo atau cabai rawit sebagai gantinya, yang penting masakan tetap terasa pedas. Lagi pula dibelakang rumah juga ada sedikit tanaman cabai yang bisa diandalkan,” ungkapnya dengan nada santai.

Namun Ida, warga lainnya mengaku kesulitan dan resah ketika cabai merah langka dan mahal harganya. Karena ia merasa kurang puas jika tidak menggunakan cabai merah. “Kalau tak ada cabai merah rasanya tak puas masak, warnanya kurang menarik,” cetusnya.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar