Kadispenda Anambas Diperiksa Kejati Kepri

1006
Pesona Indonesia
Kantor Kejati Kepri. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemkab Anambas Zulfahmi, diperiksa Kejati atas kasus dugaan korupsi mess pemda. foto:dok
Kantor Kejati Kepri. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemkab Anambas Zulfahmi, diperiksa Kejati atas kasus dugaan korupsi mess pemda. foto:dok

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemkab Anambas Zulfahmi, membenarkan jika dirinya pernah dipanggil Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri terkait dugaan tindak pidana korupsi yang mengarah ke pengadaan Mess Pemda dan asrama mahasiswa yang berlokasi di Tanjungpinang. Selain dirinya ada tiga lagi pegawai yang juga ikut dipanggil tapi Zulfahmi mengaku tidak tahu siapa saja ketiga orang pegawai yang ikut dimintai keterangan oleh Kejati.

”Iya, memang ada (diperiksa Kejati, red) minggu kemarin. Lebih kurang tiga jam. Prinsipnya kooperatif saja, intinya harus taat pada hukum,” ujar Zulfahmi, yang pernah menjabat Kepala Bagian Umum Setdakab Pemkab Anambas ini, Selasa (8/3).

Zulfahmi pun enggan berkomentar lebih jauh mengenai materi yang ditanyakan penyidik. Namun ia mengatakan sebelumnya dirinya sudah pernah dimintai keterangan untuk hal serupa beberapa tahun yang lalu. ”Saya kira tidak ada masalah, karena sebelumnya sudah pernah diperiksa,” ungkapnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, selain Zulfahmi, ada tiga pegawai lainnya yang ikut dimintai keterangan di Kejati diantaranya berinisial RD, RT, dan AA. Namun belum diketahui secara pasti berapa total nilai proyek pengadaan mess tersebut.

Dengan adanya pengumpulan data (Puldata) oleh penyidik kejaksaan ini, kian menambah panjang daftar penyelewengan dan tindak pidana korupsi di Kabupatem Kepulauan Anambas.

Beberapa kasus yang berhasil diungkap oleh koprs Adhyaksa seperti korupsi pada pengadaan hewan ternak, pembangunan dermaga Desa Sunggak, pengadaan Alat Kesehatan (Alkes), Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID), dan master plan pariwisata. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar