Natuna Dapat Bantuan Feri Cepat, Jadi Transportasi Warga Antarpulau

2499
Pesona Indonesia
feri bantuan Kementerian PDT ini diberi nama KM Pulau Senoa. Feri untuk mengaskses masyarakat antarpulau ini berlabuh di Pelabuhan Penagi, Ranai, Selasa (8/3). foto:aulia rahman/batampos
feri bantuan Kementerian PDT ini diberi nama KM Pulau Senoa. Feri untuk mengaskses masyarakat antarpulau ini berlabuh di Pelabuhan Penagi, Ranai, Selasa (8/3). foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna, Wan Siswandi, mengatakan Kabupaten Natuna mendapat bantuan hibah satu unit feri dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KPDT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertinggal.
Dijelaskan Siswandi, feri tersebut berkapasitas 30 Gros Ton (GT) yang diberi nama KM Pulau Senoa, dan sudah berlabuh di Pelabuhan Penagi Ranai, sejak Senin (7/3) kemarin. Feri tersebut sudah berlayar dari Jakarta ke Natuna.

Siswandi menambahkan, awalnya feri bantuan tersebut akan dipergunakan untuk transportasi operasional Dinas Perhubungan Pemkab Natuna, namun akan diserahkan ke Bupati Natuna.

”Tergantung kebijakan pak bupati. Feri ini akan diperuntukan ke mana nantinya,” ujar Siswandi, Selasa (8/3).

Dikatakan Siswandi, feri khusus penumpang lintas pulau tersebut bertipe High Speed Landin Craft atau feri cepat dengan kapasitas 40 sampai 50 penumpang, dengan kecepatan 15 hingga 20 knot. Feri ini mampu melayani rute antar pulau terpencil di Kabupaten Natuna.

Menurut Siswandi, bantuan feri ini akan menjawab keterbatasan sarana transportasi antar pulau terluar seperti Midai, Serasan, Subi, Pulau Laut, Sedanau, dan beberapa pulau lainnya. ”Kapal ini cukup potensial untuk menjangkau daerah terjauh,” ungkap Siswandi.

Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Said Lukman, menambahkan, keberadaan feri tersebut dapat mengakses masyarakat antarpulau lebih meningkat lagi ke depan. Pasalnya, sejauh ini frekuensi alur pelayaran antarpulau masih sangat minim, seperti angkutan penumpang kapal di Natuna hanya bergantung pada kapal Pelni KM Bukit Raya dan kapal perintis yang jadwalnya 11 hari sekali.

”Mudah-mudahan dengan adanya feri ini dapat membantu masyarakat, terutama yang berada di pulau-pulau terluar. Yang ada saat ini hanya mengandalkan KM Bukit Raya dan Kapal Perintis, itu pun jadwalnya hanya 11 hari sekali,” ungkap Said. (arn/bpos)

Respon Anda?

komentar