Turis Asal Belanda Tewas Sebelum Lihat GMT

680
Pesona Indonesia
Ilustrasi snorkeling.
Ilustrasi snorkeling.

batampos.co.id – Schutte E Simone (47), turis asal negeri kincir angin, Belanda, meninggal dunia sebelum menyaksikan gerhana matahri total (GMT) di Palu. Padahal, tujuan dia ke Palu untuk menyaksikan GMT di Kabupaten Sigi.

Schutte dilaporkan meninggal dunia, Senin (7/3/2016) sekitar pukul 13:00 Wita, saat snorkling di Pusentasi (Pusat Laut) Banawa Kabupaten Donggala. Ia sempat dibawa ke RS Kabelota Donggala, namun nyawanya tak terselematkan.

Tewasnya Schutte bermula saat ia dan 22 orang rombongannya tiba di salah satu cottage di objek wisata Tanjung Karang Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala.

Sekitar pukul 10.00 wita, pemandu wisata bernama Usman yang juga bekerja di Harmony Cottage membawa rombongan turis tersebut ke perairan Pusat Laut untuk snorkling menggunakan perahu.

Pada saat korban snorkling bersama rombongannya, tiba-tiba korban mengangkat tangan meminta pertolongan. Usman kemudian melemparkan tali, lalu mengevakuasi korban ke atas perahu. Usman memanggil rekan-rekan korban untuk segera berkumpul di perahu dan kembali ke Harmony Cottage.

Korban sempat mendapat pertolongan dengan cara diberi oksigen Oleh ketua rombongan bernama Caroline (55) yang juga berkewarganegaraan Belanda bersama pemandunya.

Menurut Caroline, kondisi Schutte sebelumnya dalam keadaan sehat dan tidak pernah mengeluh sakit. Di negaranya ia berprofesi sebagai dokter anak.

Korban kemudian dibawa ke RS Kabelota untuk diberi pertolongan medis. Namun oleh dokter di RS Kabelota, korban sudah meninggal dunia akibat kehabisan suplai oksigen ke otak.

Jenazah lalu dibawa ke RS Undata sambil menunggu proses pemulangan ke negaranya. (pojoksatu/jpgrup)

Respon Anda?

komentar