Zaman Nabi Muhammad SAW Gerhana Matahari Terjadi pada Tahun 633

1185
Pelaksanaan salat gerhana matahari di mushala Mujahidin. foto: putut ariyotejo / batampos
Pelaksanaan salat gerhana matahari di mushala Mujahidin.
foto: putut ariyotejo / batampos

batampos.co.id – Gerhana matahari total terjadi hari ini, (9/3/2016) umat Muslim melaksanakan salat gerhana matahari atau khusuf.

Salat ini dilaksanakan bersamaan dengan terjadinya gerhana. Sebuah salat yang sama langkanya dengan peristiwa gerhana itu sendiri.

Di Batam banyak masjid dan mushala melaksanakan. Bukan dengan jamaah banyak seperti halnya salat ied, cukuplah dengan jamaah di lingkungan rumah masing-masing.

Mushala Mujahidin, Pondok Indah Batam Center di Batam misalnya. Warga muslim sekitar mengadakan salat gerhana.

Dalam khotbahnya Ustaz Yusuf yang menjadi imam sekaligus khotib menuturkan pada zaman Nabi Muhammad SAW gerhana matahari pernah terjadi. Saat itu Nabi bersama sahabat langsung mendirikan salat gerhana.

Pada masa itu gerhana matahari terjadi pada 29 Syawal 10 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 27 Januari 633, tahun masehi.

Saat itu gerhana matahari terjadi pada pukul 08.30.

“Pada hari itu putra Nabi, yang bernama Ibrahim meninggal,” ujar Ustaz Yusuf.

Sehingga orang-orang kala itu langsung menghubungkan bahwa hari gelap pada pagi hari itu berkaitan dengan wafatnya putra Nabi.

Maka pada khotbat seusai salat gerhana, Nabi berkata, ” Sesungguhnya matahari dan bulan ialah dua tanda dari banyak tanda-tanda kebesaran Allah.”

Gerhana matahari terjadi bukan disebabkan meninggal atau lahirnya seseorang.

“Apabila kalian melihat gerhana laksanakan salat dan berdoalah kepada Allah hingga gerhana usai,” pesan Nabi Muhammad SAW seperti ditirukan oleh Ustaz Yusuf.

Khotbah seusai salat. foto: putut ariyotejo / batampos
Khotbah seusai salat.
foto: putut ariyotejo / batampos

Ustaz asal Jawa Barat ini menambahkan sesungguhnya gerhana matahari atau bulan menunjukkan keesaan Allah.  Kekuasaan dan kebesaranNya.

“Gerhana Matahari merupakan peringatan bagi kita, bahwa semua mahkluk ciptaan Allah semua tunduk pada kekuasaan Allah,” serunya di mimbar.

“Kita tidak memiliki kekuatan, atau daya untuk menolak kehendak Allah,” imbuhnya. “Jika hari ini Allah menghendaki sesusatu terjadi pada kita maka terjadilah.”

Dengan kekuasaan dan kehendak Allah, gerhana matahari hari ini terjadi. (ptt)

Respon Anda?

komentar