6.800 Lahan Sawah di Jambi akan Diasuransikan

636
Pesona Indonesia

batampos.co.id – PT Jasindo Cabang Jambi menggencarkan sosialisasi asuransi pertanian, dan menargetkan 6.800 hektare sawah mendapat jaminan gagal panen.

Kepala Cabang PT Jasindo Cabang Jambi Herman mengatakan pihaknya memperkenalkan program ini di seluruh kabupaten di Jambi, dimulai di Kabupaten Tanjng Jabung Timur. Selanjutnya diperluas ke Tebo dan Bungo.

“Targetnya per April 2016, yaitu di awal musim tanam petani sudah tahu dan mengasuransikan sawahnya,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada Jambi Ekspres News (JPG).

Herman mengatakan target luasan 6.800 hektare itu bukan angka mati. “Sewaktu ketemu dinas di Kabupaten mereka berharap bisa mencapai 10 ribu hektare,” tambah Herman.

Skema yang diterapkan dalam asuransi usaha tani padi ini adalah 20 persen premi dibayarkan oleh petani sedangkan sebesar 80 persen dibayarkan oleh pemerintah.

Skema pembayaran asuransi ini telah dirancang bersama Kementerian Pertanian, kementerian BUMN dan perusahaan asuransi BUMN. Ini dilakukan karena pertanian rawan terhadap dampak negatif perubahan iklim yang menyebabkan gagal panen.

Herman menambahkan, untuk premi per hektare lahan padi yang diasuransikan yaitu sebesar Rp 180 ribu, di mana sebesar Rp 144 ribu dibayarkan oleh pemerintah sedangkan petani cukup membayar sebesar Rp 36 ribu.

“Dengan membayar premi sebesar itu, ada jaminan pertanggungan sebesar Rp6 juta setiap hektare yang gagal panen. Ini yang belum banyak diketahui oleh petani yang kebanyakan beranggapan bahwa seluruh biaya disubsidi oleh pemerintah. Makanya kami mengejar untuk cepat sosialisasi ke kabupaten yang ada,” tegasnya.

Sejauh ini, kata Herman, sudah ada petani yang mendaftar, tapi belum sampai tahap pembayaran premi karena memang jadwalnya belum dimulai untuk pembayaran.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi Darwisman mengatakan asuransi pertanian ini diharapkan dapat menjadikan petani lebih dipercaya bank, lebih mudah mendapatkan kredit pertanian dan dapat menstabilkan pendapatan petani.

“Potensi kredit petani dengan adanya skema ini mencapai sebesar Rp6 triliun,” ujarnya.Dana ini bisa menjadi alternatif modal bagi petani.(hah/yni/Jambi Ekspres News)

Respon Anda?

komentar