Ayah Sani: Gerhana Matahari Membawa Pesan Persatuan

421
Pesona Indonesia
Gubernur Sani bersilaturahim dengan tetangga-tetangganya usai melaksanakan salat sunah gerhana di Masjid As-Sabirin, Tanjungpinang, Rabu (9/3). Foto: Humas Pemprov
Gubernur Sani bersilaturahim dengan tetangga-tetangganya usai melaksanakan salat sunah gerhana di Masjid As-Sabirin, Tanjungpinang, Rabu (9/3). Foto: Humas Pemprov

batampos.co.id – Ada banyak pemaknaan atas fenomena gerhana matahari yang melanda seluruh wilayah Indonesia, Rabu (9/3). Bagi Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Sani, gerhana matahari membawa pesan persatuan. Bukan tanpa alasan Sani beranalogi seperti ini.

“Lihat saja, peristiwa gerhana adalah titik pertemuan matahari dan bulan yang satu garis menghadap bumi. Ini merupakan pesan alam yang mesti kita baca,” kata Sani, usai menunaikan salat sunnah gerhana di Masjid As-Sabirin, Jalan Cempedak, Tanjungpinang.

Sebab itu, Sani mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau agar kembali merapatkan barisan, kembali bersatu, menjauhkan diri dari jurang percerai-beraian. Yang kesemua itu, kata gubernur dua periode ini, selaras dengan pesan alam berupa fenomena astrnomis gerhana matahari ini.

Persatuan, imbuh Sani, bisa diejawantahkan melalui itikad memperbaik kualitas diri. Baik itu kepada Tuhan secara vertikal, dan kepada manusia lain secara horisontal.

“Pesan utamanya adalah hablun minannas, dan hablun minallah. Dua hal ini yang akan membedakan kualitas seorang manusia,” ujarnya.

Sementara secara pribadi, gerhana matahari yang terjadi di Kepri kemarin adalah gerhana matahari kedua dalam hidup Sani. Sebelumnya, pada tahun 1983, Sani mengaku pertama kali melihat gerhana matahari di Pulau Tambelan, Kabupaten Bintan.

“Tiga puluh tahun yang lalu saya melihat gerhana, dan sekarang masih diberi kesempatan untuk mengalaminya kali kedua. Lebih spesial karena keduanya di Kepri,” ujar suami Aisyah ini.

Karena gerhana matahari merupakan peristiwa alam yang langka dan jarang sekali terulang dalam waktu dekat, Sani menilai, sudah semestinya mereka yang diberi kesempatan untuk menyaksikannya secara langsung memperbanyak rasa syukur sekaligus bertafakur mengenai kebesaran Allah SWT. “Seperti itulah cara Nabi Muhammad mengajarkan umatnya,” pungkas Sani. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar