Bintan Pun Bersujud Sambut Gerhana Matahari Parsial

404
Pesona Indonesia
Ribuan orang mengikuti prosesi salat sunnah gerhana di Masjid Nurul Iman, Kijang, Bintan Timur, Rabu (9/3). Pemkab Bintan tidak menggelar kegiatan hiburan pariwisata pada fenomena gerhana matahari parsial tahun ini. Foto:Fatih Muftih/Batam Pos.
Ribuan orang mengikuti prosesi salat sunnah gerhana di Masjid Nurul Iman, Kijang, Bintan Timur, Rabu (9/3). Pemkab Bintan tidak menggelar kegiatan hiburan pariwisata pada fenomena gerhana matahari parsial tahun ini. Foto:Fatih Muftih/Batam Pos.

batampos.co.id – Masyarakat Bintan menyambut peristiwa astronomis gerhana parsial dengan mendirikan salat sunnah gerhana, Rabu (9/3). Pemerintah Kabupaten Bintan memfasilitasi dengan menggelar salat sunnah kusyuf di Kijang, Bintan Timur, dan Tanjunguban, Bintan Utara. Bupati Bintan, Apri Sujadi mengikuti ibadah ini di Masjid Nurul Iman Kijang dan Wakil Bupati Dalmasri Syam di Masjid Baitul Makmur Tanjunguban.

Gegap-gempita menyambut gerhana di Kijang, sudah terlihat sejak pukul 06.00 WIB. Warga berbondong-bondong menuju masjid di area taman kota. Semakin mendekati peristiwa sejajarnya posisi bulan terhadap matahari, semakin ramai masjid dikunjungi. Tidak hanya orang dewasa, tapi anak-anak sekolah juga menunjukkan antusiasmenya.

Pukul 07.00 WIB salat didirikan. Apri sudah mengambil posisi di barisan terdepan. Di belakangnya, ada ribuan orang yang mengikuti dengan khidmat pembacaan ayat suci Alquran. “Kali ini, kami semua menundukkan kepala dan bersujud atas peristiwa alam, bukti kebesaran Tuhan,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Bintan, Erizal Abdullah, yang menjadi khatib usai merampungkan dua rakaat salat.

Pemkab Bintan memang secara khusus tidak menggelar kegiatan pariwisata pada fenomena langka ini. Bupati Apri mengatakan, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, peristiwa gerhana adalah momentum untuk bertafakur dan bersyukur. “Karena itu, kami hanya membuat acara salat gerhana bersama-sama,” ujarnya.

Dengan begitu, Apri mengharapkan momentum gerhana ini bisa menambah nilai ketakwaan di hadapan Yang Maha Esa. Sebab kesempatan dapat menyaksikan langsung fenomena gerhana matahari merupakan sebuah anugerah. “Barangkali ini kesempatan yang pertama sekaligus terakhir. Kita tidak pernah tahu kan? Ada baiknya memang lebih banyak bersyukur dan bertafakur,” ucapnya.

Namun, bukan berarti di tempat lain tidak ada aktivitas menyaksikan gerhana matahari parsial ini. Di sejumlah pantai di Bintan, ada beberapa pelancong yang terlihat mengabadikan gerhana dengan gawai atau kamera. Semisal di Pantai Trikora dan Pantai Senggiling. Beberapa hasil tangkapan gerhana parsial di Bintan itu kemudian banyak mejeng di sosial media. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar