Delapan Hari Operasi Simpatik Seligi, Pelanggaran Lalu Lintas Berkurang

533
Pesona Indonesia
Operasi Simpatik Seligi 2016 di lapangan Pamedan Tanjungpinang, Jumat (4/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Operasi Simpatik Seligi 2016 di lapangan Pamedan Tanjungpinang, Jumat (4/3). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Delapan hari sejak dimulainya Operasi Simpatik Seligi 2016, jajaran Satlantas Polres Tanjungpinang menindak sebanyak 25 pengendara sepeda motor pelanggar lalu lintas di wilayah Kota Tanjungpinang.

Kasat Lantas Polres Tanjungpinang AKP Sulam, melalui Kaur Bin Ops (KBO) Iptu Erianto, mengatakan, 25 penindakan berupa tilang tersebut terdiri dari 5 kendaraan bermotor, 6 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta 14 Surat Izin Mengemudi (SIM). Yang mana penindakan terhadap pengendara motor dilakukan karena sebelumnya telah diberikan teguran.

”Sedangkan untuk kecelakaan lalulintas ada tiga kasus. Yang mana satunya menyebabkan korban meninggal di Jalan Raya,” ujar Erianto, Rabu (9/3).

Dikatakan Erianto, selain penindakan berupa tilang. Dalam Operasi Simpatik Seligi 2016 ini. Pihaknya juga memberikan teguran terhadap 92 pengendara motor yang dinilai masih kurang mematuhi tata tertib berlalu lintas.

”Teguran itu kami berikan kepada pengendara yang motornya tidak dilengkapi spion, tidak menggunakan helm ganda (Helda) saat berboncengan dan plat yang digunakan bukan yang dikeluarkan Samsat. Tetapi sebelum peneguran kami juga melihat dulu kelengkapan suratnya, jika tidak lengkap langsung kami berikan sanksi tilang,” katanya.

Dilanjutkan teguran dan penindakan dalam operasi yangdilaksanakan selama 21 hari tersebut dilakukan sejalan. Karena sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi saat launching Helda.

”Selain itu, menjelang Operasi Simpatik ini kami juga mensosialisasikan dengan menyebar spanduk di beberapa sudut Kota Tanjungpinang. Maka dari itu penindakan dan teguran langsung sejalan kami lakukan,” ucapnya.

Perwira dua balok dipundaknya tersebut juga mengakui kesadaran masyarakat mematuhi tata tertib berlalulintas terlihat lebih baik. Hal tersebut, karena beberapa hari belakangan saat razia tidak melakukan penindakan terhadap pengendara.

”Biasa itukan kalau kami melaksanakan kegiatan seperti di simpang Pamedan, pasti ada saja pengendara yang terjaring, tapi sekarang tidak ada. Selain itu lokasi kegiatan kami rubah di kawasan Jalan Merdeka, disana yang biasanya masih bisa didapat pengendara yang tidak tertib sekarang sudah tertib semua,” sebut Erianto. (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar