Ingat, Kada dari Jalur Independen Juga Butuh Dukungan Parpol di DPRD

356
Pesona Indonesia
Anggota Komisi II DPR Budiman Sudjatmiko. Foto: dokumen JPNN.Com
Anggota Komisi II DPR Budiman Sudjatmiko.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Politikus PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko menyatakan bahwa Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memungkinkan adanya calon dari jalur perseorangan atau independen. Namun, anggota Komisi II DPR yang membidangi pemerintahan dalam negeri itu mengingatkan bahwa memenangi pilkada saja tak cukup.

Budiman mengatakan, kada juga harus punya dukungan politik di parlemen.  “Jalur perseorangan di pilkada adalah hak. Tapi dalam pandangan partai politik, pilkada itu bukan sekadar mememenangkan calonnya, tapi juga menjalankan pemerintahan secara efektif,” kata Budiman di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (10/3).

Budiman menjelaskan, DPR, DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota diisi oleh fraksi-fraksi partai politik. Menurutnya, di situlah pentingnya dukungan partai terhadap kepala daerah.

“Kalau calon perseorangan ini menjadi kepala daerah, secara teknis ada kendala. Antara lain akan mengalami beberapa hambatan dari fraksi-fraksi nantinya,” ujar anak buah Megawati Soekarnoputri di PDIP itu.

Bagaimana dengan rencana Basuki T Purnama yang akan maju di pemilihan gubernur DKI tahun depan melalui jalur independen? Budiman menegaskan Ahok -sapaan Basuki- punya hak mencalonkan diri melalui jalur independen.

Hanya saja, Budiman juga mengingatkan Ahok bahwa lebih baik maju lewat partai politik. “Boleh. Tapi alangkah baiknya kalau Ahok lewat partai politik bertarung di pilkada,” katanya menyarankan.

Budiman menegaskan, untuk mengelola Jakarta tidak cukup hanya bermodal menjadi orang baik. Sebab, dibutuhkan dukungan politik untuk sukses memimpin Jakarta.

“Saya sih berharap orang-orang seperti Ahok atau siapa pun yang baik bisa bergabung ke partai politik. Dan tentu saja sebagai orang PDIP, fenomena calon perseorangan ini belum selesai,” pungkasnya.(fas/jpnn)

Respon Anda?

komentar