Kapal Tol Laut Kurang Dimanfaatkan, Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

383
Pesona Indonesia
Tol Laut Caraka Niaga III yang digunakan membawa sembako ke pulau-pulau perbatasan. foto:syahid/batampos
Tol Laut Caraka Niaga III yang digunakan membawa sembako ke pulau-pulau perbatasan. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Harga kebutuhan pokok di Natuna khususnya di Ranai, hingga saat ini belum ada perubahan. Pasalnya tidak terjadi penurunan harga sejak pemerintah mengoperasikan kapal tol laut, dari Tanjungpriok menuju Natuna beberapa bulan terakhir.

Bahkan saat ini sejumlah kebutuhan pokok terus merangkak naik. Seperti harga beras, biasanya Rp 220 ribu per karung, kini sudah Rp 295 per karung.

Tidak hanya itu, harga telur sebelumnya Rp 45 rbun per papan, merangkak naik Rp 55 ribu bahkan sempat tembus Rp 70 ribu per papan. Sementara komoditi gula ikutan mengalami kenaikan, sebelumnya Rp 550 ribu per karung meroket hingga Rp 630 ribu per karung.

“Sudah pada naik semua, hanya celana terus melorot,” ujar Uni, seorang pedagang warteg di Ranai, Rabu (9/3).

Kondisi tersebut ditanggapi serius Kepala Bappeda Pemkab Natuna Hardinansyah. Menurutnya dinas terkait lebih optimal memberdayakan masyarakat agar lebih maksimalkan memanfaatkan kapal tol laut yang sudah membuka rute ke Natuna.

Dikatakan Hardinansyah, pihaknya khawatir kapal tol laut tidak betah singgah di Natuna karena muatannya sedikit. Sebab hanya mengangkut 5 ton barang ke Natuna.

“Kapal tol laut hanya 5 ton bongkar barang di Natuna, kan sayang kapal sebesar itu (3000 gros ton) isinya cuma segitu. Kami khawatir kapal subsidi pemerintah itu ditarik lagi,” ungkap Hardinansyah kemarin.

Hardinansyah berharap, dengan masuknya kapal tol laut di Natuna dapat menekan harga kebutuhan pokok di Natuna. Sebelumnya pemerintah daerah menggesa keterbatasan transportasi.

“Biaya kapal tol laut sekarang lebih murah, saya juga heran kenapa tidak banyak digunakan untuk memasok kebutuhan pokok,” sebut Hardinansyah.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar