Kendalikan Angka Kelahiran, Program KB Kembali Digiatkan

702
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Rendahnya pertumbuhan penduduk Indonesia tak lepas dari peran serta Badan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Nasional (BKKBN). Salah satu programnya Keluarga Berencana (KB) yang sempat menekan jumlah penduduk Indonesia pada era pemerintahan Soeharto.

Namun seiring waktu, program KB mulai redup. Bahkan, praktik dan sosialisasi pun sudah jarang dilihat. Masyarakat sudah banyak lupa tentang banyaknya faedah dari pada program pemerintah itu

”Untuk itu kita mengingatkan lagi pentingnya ber-KB,” tutur Deputi Advokasi Pergerakan dan Informasi (ADPIN) pusat Abidin Syah Siregar, saat menggelar dialog interaktif bersama masyarakat Batam dengan tajuk Revolusi Mental Berbasis Keluarga di Balai Kesehatan, Marina, kemarin.

Berdasarkan data BKKBN, kata Abidin, di Kepulauan Riau (Kepri), program KB baru menyentuh angka 54 persen. Jumlah ini tentunya belum maksimal melihat besarnya jumlah penduduk Kepri. ”Ini yang menjadi tantangan kita. Mensosialisasikan program KB sampai ke masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Abidin, untuk tahun 2019 nanti, BKKBN memiliki target 65 persen jumlah penduduk Kepri sudah mengikuti program KB. Ia berharap, BKKBN perwakilan masing-masing 6 kabupaten/kota di Kepri bekerja terus sampai ke pelosok memberikan sosialisasi manfaat KB.

”Nantinya sosialisasi akan dimulai dari tingkat PKK, posyandu hingga masyarakat hinterland,” tutupnya. (rng)

Respon Anda?

komentar