Pak Hakim, Mohon Penyuap Dewie Yasin Dihukum 3 Tahun Penjara

351
Pesona Indonesia
Dewie Yasin Limpo. Foto: dokumen JPNN.Com
Dewie Yasin Limpo.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Persidangan atas dua terdakwa penyuap Dewie Yasin Limpo, yakni Irenius Adii dan Setyadi Jusuf memasuki babak baru. Kedua terdakwa suap terkait anggaran untuk pembangunan pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai, Papua itu telah menginjak tahap tuntutan.

Pada persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/3), jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada Irenius dan Setyadi. JPU meyakini Irenius dan Setyadi telah terbukti secara sah menyuap Dewie selaku anggota DPR yang membidangi energi.

“Agar majelis yang meyidangkan dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa satu Irenius Adii dan terdakwa dua Setiady Jusuf terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujar JPU KPK Joko Hermawan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/3).

Selain hukuman penjara, JPU juga mengajukan tuntutan denda. JPU meminta majelis menghukum Irenius dan Setyadi masing-masing Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

JPU menegaskan, Ireinius selaku kepala dinas pertambangan dan energi Kabupaten Deiyai bekerja sama dengan Setyadi yang juga pengusaha untuk menyuap Dewie. Karenanya kedua terdakwa harus dijatuhi hukuman pidana karena melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang Pemberantasan Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

JPU menguraikan, Dewie meminta imbalan uang ke Irenius untuk mengawal anggaran pembangunan pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai dalam APBN untuk Kementerian ESDM. Selanjutnya, Irenius meminta Setyadi agar menyiapkan dana pengawalan yang diminta oleh Dewie.

Setelah melalui kesepakatan, Dewie akhirnya menerima 177.700 dollar Singapura atau tujuh persen dari total nilai anggaran yang diminta. “Setiyadi berharap dia yang mengerjakan proyek tersebut,” ungkap Joko.(boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar