Pemprov Kepri akan Bantu Atasi Banjir Ibu Kota

445
Pesona Indonesia
Pengendara sepeda motor mendorong kendaraannya saat melewati banjir di jalan Pemuda Tanjungpinang beberapa waktu lalu. foto:yusnadi/batampos
Pengendara sepeda motor mendorong kendaraannya saat melewati banjir di jalan Pemuda Tanjungpinang beberapa waktu lalu. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Permasalahan banjir yang kerap melanda ibu kota Tanjungpinang tiap musim penghujan mulai mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri, Heru Sukmoro menerangkan, ada program penanganan banjir yang sudah disepakati dan diperuntukkan Tanjungpinang.

“Program itu nantinya yang mengerjakan melalui Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Provinsi,” ungkap Heru, di Tanjungpinang, kemarin.

Program bantuan banjir itu, kata Heru, bukan hanya satu titik saja. Menurutnya ada beberapa titik yang kerap digenangi air kala hujar deras mengguyur Tanjungpinang. “Nggak mungkin cuma satu titik. Permasalahan banjir ini kan ada di beberapa lokasi. Sebisa mungkin, bersama-sama diatasi semua,” kata Heru.

Beberapa titik banjir langganan yang menggenangi jalanan dan pemukiman warga itu di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Gatot Subroto, dan beberapa area pemukiman warga. Bila hujan seharian, kawasan-kawasan tersebut digenangi banjir. Bahkan, belum sebulan lalu banjir sampai menggenangi rumah-rumah warga.

Alokasi bantuan dari Satker PPLP Dinas PU Provinsi Kepri ini tentu amat menolong penyelesaian masalah banjir di ibu kota. Pasalnya, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, sebelumnya pernah mengatakan, penyelesaian banjir di tahun 2016 ini belum bisa dilakukan secara menyeluruh.

Selain karena status pembebasan lahan yang belum rampung, Pemko Tanjungpinang juga mesti mengirit pengeluaran pada anggaran pendapatan dan belanja daerah lantaran defisit. Tak heran, untuk permasalahan banjir, Pemko Tanjunngpinang hanya mengalokasikan Rp 700 juta saja. “Itu hanya cukup untuk kegiatan normalisasi drainase saja,” jelas Lis. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar