Perguruan Tinggi Negeri bakal Bertambah di Kepri, Tahun Ini STAI SAR jadi Negeri

625
Pesona Indonesia
Gedung kampus STAI STAR Tanjungpinang. foto: net
Gedung kampus STAI STAR Tanjungpinang. foto: net

batampos.co.id – Tahun ini perguruan tinggi negeri di Provinsi Kepulauan Riau bakal bertambah. Karena Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Abdul Rahman (SAR) selangkah lagi beralih status menjadi sekolah tinggi negeri. Ketua Yayasan STAI-SAR, Razali Jaya mengungkapkan segala hal persyaratan sudah lengkap.

“Mau itu kelengkapan dosennya, mahasiswanya, program studinya, hibah gedung dan asetnya,” ungkap Razali, kemarin.

Hanya saja masih ada satu persyaratan yang mengganjal. Razali menuturkan, syarat terakhir yang mesti segera dilengkapi adalah Surat Keterangan Hibah Lahan dari Pemerintah Kabupaten Bintan ke Yayasan STAI-SAR. Sebenarnya, kata Razali, surat keterangan ini sudah jauh-jauh dibahas bersama jajaran Pemkab Bintan. Namun, setelah terjadi transisi kepala daerah, Razali mengutarakan, koordinasi penerbitan SK Hibah Lahan itu mesti kembali dibicarakan.

“Tinggal SK Hibah itu saja. Saya juga sudah berbincang dengan Pak Apri, bupati baru Bintan. Insya Allah, Senin (14/3) mendatang akan membicarakan hal itu lagi di kantor bupati,” ungkap mantan Kepala Kantor Kemenag Kepri ini.

Razali menambahkan, sebenarnya proses penegerian STAI-SAR sudah dimulai dan diajukan ke Kementerian Agama sejak tahun kemarin. Tetapi setelah diperiksa berkas-berkas pengajuannya, ternyata belum dilampirkan SK Hibah Lahan. Sehingga pengajuan itu tertolak dan pihak kementerian meminta persyaratan itu segera dilengkapi. ”

“Karena sudah sering sekali jadi pembicaraan di pusat, bahwa tinggal Provinsi Kepri yang belum punya STAI Negeri, sementara kita ini kan daerah yang kental dengan nuansa Islamnya,” ucap Razali.

Begitu antusiasmenya Razali beserta staf lain menegerikan STAI-SAR juga lantaran untuk tahun ini, status penegerian cukup melalui keputusan Menteri Agama RI, bukan lagi keputusan Presiden RI, sebagaimana aturan di tahun-tahun sebelumnya. Maka dari itu, ketika SK Hibah Lahan sudah berada di tangan, Razali beserta tim segera bertolak ke Jakarta.

“Nanti dipaparkan langsung di depan Pak Menteri. Selanjutnya, tim visitasi akan datang untuk meninjau langsung. Saya harapkan pertengahan tahun ini sudah selesai,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar