Sejak 1901, Singkep dan Pulau Lingga Telah Dilirik Astronom Amerika

710
Pesona Indonesia
Warga Daik Lingga menyaksikan gerhana matahari di Tanjung Buton. foto:hasbi/batampos
Warga Daik Lingga menyaksikan gerhana matahari di Tanjung Buton. Pengamatan fenomena gerhana matahari telah dilakukan masyarakat dunia di Lingga sejak 1901. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Sejak 1901, Singkep dan Pulau Lingga ternyata telah dilirik Astronom Amerika Serikat untuk meneliti gerhana matahari. Seperti yang disebutkan Aswandi Syahri salah seorang budayawan Kepri dalam tulisannya “Gerhana Matahari Total di Singkep 1901” sebuah catatan jurnalistik ekspedisi astronom Amerika, David Peck Todd bersama istrinya Mabel Loomis Todd dari Amherst Collage di Massachustts di awal abad 20 wilayah Singkep dan Pulau Lingga telah menjadi salah satu tujuan astronom dunia mengamati fenomena gerhana matahari total pada 18 Juni 1901.

Wilayah Kabupaten Lingga yang saat itu masih sebuah kesultanan, di mana pulau Singkep yang menjadi pusat industri timah milik Sultan Lingga telah menjadi perhatian dunia dalam sebuah karya “An Eclipse at Singkep”. Diceritakan bahwa, berangkatnya para astronom dunia ini juga setelah mengetahui bahwa pulau Lingga yang begitu terkenal dengan timahnya juga bagus untuk mengamati bintang dari bimasakti pada saat malam hari. Rombongan dijamu dengan suguhan pertunjukan seni Sultan Abdurahman Muazam Syah sebelum gerhana matahari berlangsung. Dengan bantuan kapal uap Dalel milik Sultan Lingga, sejumlah stasiun pelengkap pengamatan GMT didirikan. Salah satunya terletak di pulau yang mempesona, yakni Pulau Lalang. Sebuah pulau yang kini masuk wilayah kecamatan Singkep Selatan.

Selain itu, sejumlah teleskop juga telah dikirimkan ke Lingga pada masa itu. Selain Amerika, warga Inggris dan Belanda juga ikut menyaksikan fenomena ini di wilayah yang kini lebih dikenal dengan nama kabupaten Lingga dan menjadi salah satu wilayah administratif Provinsi Kepri. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar