Sepekan Cetak Lahan Sawah di Lingga, Tiga Hektar Siap Ditanami Padi

820
Pesona Indonesia
Bupati Lingga Alias Wello saat peluncuran pencetakan sawah di Sungai Besar, Lingga. foto:hasbi/batampos
Bupati Lingga Alias Wello saat peluncuran pencetakan sawah di Sungai Besar, Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Sepekan setalah dibuka secara resmi oleh Bupati Lingga, H Alias Wello, progres percetakan sawah desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, telah dibuka seluas 3 hektare. Lahan yang dipetakan telah disiapkan irigasi dengan volume air yang melimpah, Rabu (9/3).

Ady Indra Pawennari, Pimpro percetakan sawah Sungai Besar mengatakan, untuk mendukung upaya menjadikan Lingga sebagai lumbung padi di Kepri, sebanyak 10 ahli dilibatkan secara langsung. Menggunakan alat berat lahan sawah dicetak memanjang, 50×200 meter atau sama dengan 1 hektare dan telah selesai sebanyak 3 hektare.

“Kita ada 10 tenaga ahli. Sejauh ini, irigasi dan lahan untuk ditanami seluas 3 Hektare telah di buka,” papar Ady.

Untuk mencapai target bulan Juli panen, dikatakannya percetakan terus digesa. Tiga unit traktor dan empat alat berat dikerahkan mempercepat pembukaan lahan. Lahan yang sudah selesai terangnya akan segera ditanami padi dalam waktu dekat tanpa menunggu diselesaikannya rencana awal 100 hektare lahan sawah.

“Jadi setelah dibuka, akan kita tanami langsung kejar target panen bulan Juli nanti. Tiga sistem penanaman kita gunakan, yakni tradisional, alat mesin dan semi tradisional. Masyarakat setempatlah yang akan kita berdayakan,” tambahnya lagi.

Selain alat berat, disampaikan Ady yang juga meraih gelar Pahlawan Indonesia di bidang Inovasi Teknologi versi MNC tersebut, untuk menghasilkan padi unggul berkualitas nanti pabrik pengolahan akan segera dibangun. “Satu set alat penggilingan juga sudah sampai di Sungai Besar ini. Kita akan bangun pabriknya nanti,” sambungnya.

Sementara kendala dilapangan, selama sepekan bekerja membuka lahan dikatakan Ady, pihaknya kesulitan bekerja akibat kosongnya pasokan bahan bakan minyak (BBM). “Sekarang proses kita terhenti karena BBM kosong. Kita berharap, persoalan ini segera teratasi,” katanya.

Untuk tambak, dalam waktu dekat kata Ady, alat berat akan didatangkan spesial. Terpisah dari alat berat untuk sawah, agar bisa berjalan maksimal dan tidak mengganggu pengerjaan lahan sawah.

“Untuk tambak setelah survey dan pemetaan, lahan putih sekitar 100 hektare. Kita juga targetkan panen udang dan bandengnya tahun ini. Alat beratnya nanti spesial, jadi tidak mengganggu,” tukasnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar