Tok! Tok! Tok!… Dosen Pembunuh Istri Divonis Seumur Hidup

490
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Padang akhirnya memvonis dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH-Unand), Ilmul Khaer dengan hukuman penjara seumur hidup, Selasa (8/3) lalu.

Ilmul dihukum berat setelah terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap istrinya, Dewi Yulia Sartika pada 4 April 2015.

“Atas dasar fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dan keterangan saksi, maka dengan ini menyatakan terdakwa Ilmul Khaer terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP,” tegas hakim Badrun Zaini dengan anggota Sri Hartati dan Yose Ana Roslinda seperti dikutip dari Padang Ekpres (Jawa Pos Group), Kamis.

Vonis majelis hakim ini lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sudarmanto dalam sidang sebelumnya. JPU menuntut terdakwa 20 tahun penjara.

Dalam amar putusannya sebelum menjatuhkan vonis, majelis hakim memaparkan sejumlah hal yang memberatkan terdakwa. Pertama, perbuatan terdakwa yang sudah menghilangkan nyawa korban, menimbulkan kesedihan mendalam dari keluarga korban.

“Kedua, terdakwa merupakan dosen fakultas hukum yang mengerti hukum dan seharusnya memberikan contoh yang baik. Ketiga, perbuatan terdakwa menjadi sorotan masyarakat,” sebut Badrun. Dalam kasus ini, hakim menilai tak ada yang meringankan terdakwa.

Vonis seumur hidup terhadap terdakwa, disambut sukacita keluarga korban yang hampir memenuhi kursi pengunjung ruang sidang. Suara takbir dan tahmid terdengar usai pembacaan putusan tersebut. “Putusan majelis hakim ini sudah adil,” ujar ibu korban, Nilawati.

Sementara terdakwa terlihat tak kuasa menahan air matanya. Terdakwa yang mengenakan baju koko putih saat persidangan, tampak menutup wajah dengan kedua tangannya. Saat meninggalkan ruang sidang, terdakwa dipasang rompi dan helm antipeluru oleh aparat kepolisian yang menjaga ketat jalannya persidangan.

Menanggapi vonis majelis hakim ini, penasihat hukum terdakwa, Wilson Saputra dan Meri Anggraini, mengaku menghormati putusan hakim. Terhadap upaya yang bakal dilakukan selanjutnya, Wilson mengaku pikir-pikir dulu. Hal yang sama juga diutarakan JPU Sudarmanto.

Terdakwa menghabisi nyawa istrinya pada Sabtu 4 April 2015, di Jalan Kotomarapak, Kecamatan Padang Barat, Padang. Terdakwa membawa jasad Dewi Yulia Sartika hingga ke Jambi.

Jasad korban ditemukan warga dalam mobil Suzuki Katana di SPBU Singkut, Provinsi Jambi, pada Minggu 5 April 2015. Sementara terdakwa ditemukan dalam toilet SPBU dalam keadaan tak sadar setelah meminum obat serangga untuk bunuh diri. (JPG/JPNN)

Ilmul Khaer Diberhentikan Sementara

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Hukum Unand, Busyra Azheri menegaskan bahwa status Ilmul Khaer saat ini diberhentikan sementara sebagai dosen Hukum Unand.

Pemberhentian sementara ini, menurut Busyra dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang keluar saat ini hingga batas inkracht (berkekuatan hukum tetap). “Ilmul Khair berstatus PNS. Sejauh ini, SK yang keluar pemberhentian sementara karena putusannya belum inkracht,” ujarnya.

Busyra mengaku terkejut atas vonis hukuman seumur hidup yang ditetapkan majelis hakim terhadap rekan kerjanya itu. “Vonis seumur hidup jadinya? Wah, ini lebih besar dari tuntutan jaksa yang hanya 20 tahun,” cetusnya. (v)

Respon Anda?

komentar