WN Singapura yang Kabur dari Tahanan Imigrasi Keluar Batam Lewat Jalur Tikus

806
Pesona Indonesia
Damar Chettri alias Sam Chettri. Foto: istimewa
Damar Chettri alias Sam Chettri. Foto: istimewa

batampos.co.id – Damar Chettri alias Sam Chettri, warga negara Singapura yang kabur dari tahanan Imigrasi Batam setelah dibantu Manasar Siagian, calo paspor yang bekerja sama dengan oknum petugas imigrasi, dikabarkan sudah tidak di Batam.

Informasi yang dihimpun batampos.co.id, Damar yang diantar oleh Manasar ke bilangan Nagoya setelah berhasil kabur pada 24 Januari 2016, langsung dijemput teman-temannya sesama WN Singapura.

Dari Nagoya, mereka menemui pihak yang bisa membawa Damar keluar Batam. Damar kemudian dibawa ke salah satu pelabuhan tikus di Kota Batam. Dari pelabuhan tikus itu, Damar menyeberang ke Malaysia menggunakan jasa penyelundup TKI yang sudah sering beroperasi dan tak pernah tersentuh hukum.

Di Malaysia, sudah ada pihak yang membantu Damar kembali ke negaranya, Singapura, lewat jalur darat. Bahkan diperkirakan saat ini Damar sudah berada di negaranya.

Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buana Dipta Ilafi, belum bisa memastikan keberadaan Damar. Apakah masih di Batam atau sudah kabur keluar Batam.

Sebelumnya, Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika mengatakan kepada media bahwa Damar memang sudah kabur dari Batam melalui pelabuhan tikus. Helmy bahkan menyebut kalau yang mengatur keberangkatan Damar adalah Manasar.

Helmy bahkan menyebutkan, Manasar membayar uang Rp 70 juta untuk biaya Damar keluar dari Batam melalui pelabuhan tikus tersebut. Uang tersebut diberikan rekan Damar ke Manasar sebelum Damar dikeluarkan.

Total uang yang diberikan rekanan Damar ke Manasar untuk membebaskan dan membawa kabur Damar hingga keluar Batam sebanyak 40 ribu dolar Singapura atau hampir mendekati angka Rp 400 juta.

Sebanyak Rp 100 juta diberikan ke Zul, oknum petugas imigrasi yang bekerja sama untuk mengeluarkan Damar dari tahanan Imigrasi Batam. Sisanya Rp 70 juta untuk biaya pemberangkatan Damar melalui jalur tikus, dan selebihnya untuk Manasar.

Namun saat ekspose di Mapolresta Barelang, Kamis (10/3/2016) sore, Manasar hanya mengakui menerima 20 ribu dolar Singapura. Sebanyak 5.000 dolar diberikan ke oknum imigrasi bernama Zul, selebihnya untuknya. (eggi/nur)

Baca Juga:
> Petugas Imigrasi yang Bantu WN Singapura Kabur Diperiksa Polisi
> Petugas Imigrasi yang Bantu WN Singapura Kabur Diperiksa Polisi
> WN Singapura Kabur Setelah Suap Petugas Imigrasi
> Sibuk Urus Pencari Suaka, WN Singapura yang Jadi Tahanan Imigrasi Batam Kabur

Respon Anda?

komentar